IHSG Ambruk 11,57 Persen, Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu Kepercayaan Investor

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan berat setelah anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10 pada penutupan perdagangan pekan lalu. 

Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor menyusul kabar konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait klasifikasi pasar modal Indonesia.

MSCI dikabarkan mempertimbangkan penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

BACA JUGA:DPR Sebut Karhutla Jadi Bencana Internasional, Negara Pemilik Konsesi Harus Bertanggung Jawab

Wacana tersebut memicu perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap transparansi dan kemudahan investasi di Indonesia.

MSCI sendiri dikabarkan berencana menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, 

Di sisi lain, hal serupa pun juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang turut kembali terpuruk sebanyak 81,53 poin, atau menurun sebesar 13,82 persen ke level 508,56.

Dilansir dari data BRI Danareksa Sekuritas, tekanan jual meluas dengan 812 saham melemah, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap transparansi dan investabilitas pasar domestik. 

BACA JUGA:Dua Klaster Korupsi BNPB yang Diungkap KPK: Suap Rekanan dan Benturan Kepentingan

"Selama belum ada kejelasan yang meredakan kekhawatiran tersebut, tekanan terhadap IHSG dan rupiah masih perlu diwaspadai," tulis data tersebut, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Dengan dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan bahwa dalam perdagangan Senin ini.

volatilitas berpotensi tetap tinggi seiring kekhawatiran investor terhadap risiko capital outflow dan ketidakpastian klasifikasi MSCI. 

Selain itu, perhatian juga tertuju pada langkah BEI dan OJK dalam memperkuat transparansi, integritas, serta kredibilitas pasar modal.

"Untuk perdagangan Senin, area 5.100 menjadi support psikologis terdekat, diikuti 4.954 sebagai support Fibonacci. Sementara itu, 5.200 menjadi resistance awal yang perlu ditembus untuk meredakan tekanan jual," tulis BRI Danareksa Sekuritas.

BACA JUGA:Tabel KUR BCA 2026 Plafon Rp100 Juta, Cicilan 1-5 Tahun Bunga Ringan dan Fleksibel

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Fufufafa Bisa Dibuka Lagi untuk Tambah Serangan Ijazah Wapres Gibran
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menteri Ara Turun Langsung ke Rorotan, 10.300 Rumah di Jakarta Diperbaiki pada 2026
• 8 jam laludisway.id
thumb
PSS Sleman Gagal Pertahankan Keunggulan atas Persebaya, Pieter Huistra Tetap Apresiasi Hasil Imbang 2-2 di Surabaya
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Kementan-Kemenko PM entaskan kemiskinan lewat pemberdayaan pertanian
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
"Tunnel Vision-An Ode to YE": Pemanasan Jelang Konser YE di Jakarta
• 46 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.