HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS — Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin memperkuat konservasi Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, melalui pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta inovasi pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Hutan Pertamina dengan melibatkan Manggala Agni Daops I Sulawesi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, pengelola Kebun Raya Pucak, dan masyarakat Desa Tompobulu. Kegiatan ini menyasar penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah kebakaran sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung pemeliharaan tanaman di kawasan konservasi.
Sebanyak 15 pengelola UPT Kebun Raya Pucak dan 16 perwakilan masyarakat Desa Tompobulu mengikuti edukasi dan praktik pencegahan karhutla yang dipandu Manggala Agni Daops I Sulawesi. Materi mencakup faktor penyebab kebakaran, langkah pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan awal ketika ditemukan indikasi kebakaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan, pelestarian kawasan konservasi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, tenaga teknis, dan masyarakat.
“Melalui program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak, kami ingin mendukung upaya pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya. Pencegahan karhutla menjadi langkah penting untuk melindungi keanekaragaman hayati, sementara pengembangan auksin alami membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih produktif. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujar Lilik, Senin, 19 Oktober 2026.
Sudarwanto dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah I Makassar/Manggala Agni Daops I Sulawesi, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran meluas. Warga yang tinggal di sekitar kawasan dinilai memiliki peran strategis dalam mengenali ancaman dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini.
“Pencegahan merupakan langkah paling penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat memiliki peran yang sangat strategis karena berada di sekitar kawasan. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih awal sehingga dampaknya dapat diminimalkan,” ungkap Sudarwanto.
Selain pencegahan karhutla, program tersebut memperkenalkan pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami atau zat pengatur tumbuh (ZPT). Bahan ini dikembangkan sebagai alternatif pendukung pertumbuhan tanaman, terutama dalam proses perbanyakan dan pemeliharaan koleksi tanaman di Kebun Raya Pucak.
Pemanfaatan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar diharapkan memperluas pengetahuan masyarakat mengenai praktik budidaya ramah lingkungan. Inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan konservasi dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua UPT Kebun Raya Pucak, Thamrin, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun melalui program Hutan Pertamina. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperkuat fungsi Kebun Raya Pucak sebagai kawasan konservasi sekaligus pusat edukasi lingkungan dan pengembangan inovasi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi dan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi gerakan bersama dalam menjaga Kebun Raya Pucak. Pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran dan pemanfaatan auksin alami diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pemeliharaan koleksi tanaman sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi,” ungkap Thamrin.
Program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya perlindungan ekosistem daratan dan keanekaragaman hayati, penanganan perubahan iklim, pendidikan berkualitas, serta penguatan kemitraan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin berharap Kebun Raya Pucak dapat terus terjaga sebagai kawasan konservasi sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros. (edo)




