Selain Prancis, Gelombang Protes Berujung Penjarahan Juga Terjadi di Milan

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Gelombang demonstrasi menentang tingginya biaya hidup yang berujung kerusuhan tidak hanya terjadi di Prancis, tetapi juga Italia. Di Kota Milan, ribuan pemuda dilaporkan melakukan penjarahan dan perusakan pertokoan di kawasan Piazza del Duomo, pusat Kota Milan, Minggu (18/10/2026).

Kerusuhan tersebut terjadi sehari setelah demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup di Milan berakhir dengan bentrokan antara massa dan aparat kepolisian.

Dilansir Antara dari laporan surat kabar La Repubblica, sedikitnya 2.000 pemuda terlibat dalam kerusuhan terbaru tersebut. Mereka memecahkan kaca etalase toko menggunakan tempat sampah, kursi, hingga sepeda listrik.

Setelah merusak etalase, massa menerobos masuk dan menjarah sejumlah pertokoan, terutama toko perlengkapan olahraga dan supermarket. Polisi kemudian menambah personel keamanan di kawasan Piazza del Duomo untuk mencegah kerusuhan semakin meluas.

Mobil patroli dan petugas berseragam khusus disiagakan di sejumlah ruas jalan. Kendaraan meriam air juga dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan besar.

Meski demikian, hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada bentrokan besar yang kembali terjadi. Siaran langsung surat kabar Corriere della Sera juga memperlihatkan situasi pusat Kota Milan mulai tenang.

Sementara itu, seruan untuk kembali berkumpul di Piazza del Duomo dilaporkan terus beredar melalui media sosial sejak Minggu pagi.

Kepolisian Negara Italia menyatakan sebanyak 197 orang telah ditahan sementara untuk menjalani proses identifikasi selama rangkaian kerusuhan di Milan, Bologna, Turin, dan sejumlah kota lainnya.

Dari rangkaian kerusuhan tersebut, sebanyak 28 orang ditangkap, termasuk 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing. Selain itu, sedikitnya 141 petugas penegak hukum dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan dengan massa demonstran.

Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memperkirakan kerugian akibat kerusuhan mencapai sekitar 1,3 juta euro atau setara Rp26,3 miliar.

Gelombang kerusuhan di Italia terjadi ketika Prancis juga menghadapi demonstrasi besar-besaran akibat kenaikan biaya hidup dan harga kebutuhan masyarakat. Di Prancis, aksi protes pada Sabtu (17/10/2026), berujung bentrokan dengan aparat, penjarahan pertokoan, hingga perusakan fasilitas publik. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amuk Rompi Kuning di Paris, Sejumlah Bangunan Bersejarah Terbakar, Polisi Tangkap 1.800 Orang
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Gelombang Protes Biaya Hidup Meluas, Kota-Kota di Eropa Bergejolak
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hasil Liga Italia: Lazio Permalukan Juventus 3-0 di Stadion Allianz
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yunarto Wijaya Nilai Prabowo Makin Halus Bermanuver, Belajar dari Jokowi?
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG: Asap Karhutla dari Kalimantan Mulai Menjauh dari Jabodetabek
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.