Ray Rangkuti Sebut Hak Angket DPR Justru Fasilitasi Jokowi-Gibran: Buktikan Apa Benar Ada Ijazahnya?

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pelantikan presiden dan wakil presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2024. (Sumber: AP Photo/Tatan Syuflana)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menegaskan seruan hak angket DPR RI yang diupayakan pihaknya justru memfasilitasi Joko Widodo (Jokowi0 dan Gibran Rakabuming Raka untuk menjawab kontroversi mengenai ijazah.

Melalui forum di DPR itu, kata Ray, Jokowi dan anaknya justru diberi kesempatan untuk membuktikan keasilan ijazahnya secara terbuka.

Ray Rangkuti menyampaikan demikian menanggapi pernyataan Jokowi yang menuduh ada operasi politik di balik isu ijazahnya dan Gibran.

Baca Juga: Ray Rangkuti Tanggapi Jokowi soal Operasi Politik di Balik Isu Ijazah Gibran: Lagi Panik Aja

"Justru yang kita dorong itu adalah fasilitas bagi Pak Jokowi untuk membuktikan bahwa beliau benar. Ya (di) hak angket itulah diuji. Apa benar ada ijazahnya?" kata Ray dalam program Kompas Petang KompasTV, Minggu (18/10/2026).

"Ijazah itu ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA atau ijazah S1-nya, atau hanya ada ijazah SD, SMP, S1 saja. Ijazah SMA-nya enggak ada. Ya kita enggak tahu. Kita justru sedang memfasilitasi Jokowi."

Lebih lanjut, Ray Rangkuti mengaku tidak ambil pusing mengenai tuduhan ada penumpang gelap dan operasi politik di balik isu ijazah Jokowi dan Gibran.

Pengamat politik itu menilai, tuduhan tersebut sebatas standar operasional prosedur atau SOP yang dimiliki Jokowi untuk mengelak.

"Kenapa itu dilakukan? Karena biasanya sudah enggak ada argumen dari Pak Jokowi, karena argumen dari Pak Jokowi enggak ada, maka yang disebut operasi politik yang telah berjalan seperti sekarang ini," kata Ray.

Jokowi singgung operasi politik

Diberitakan KompasTV sebelumnya, Jokowi menyebut ada operasi politik serta pihak-pihak yang disebutnya sebagai penumpang gelap yang menunggangi isu ijazah Gibran hingga menjadi ramai di ruang publik.

"Sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi, ya, buat saya biasa aja," kata Jokowi di Surakarta, Jumat (16/10).

Jokowi pun mengatakan operasi politik di balik polemik ijazah putra pertamanya itu bertujuan untuk menurunkan reputasi politik, baik Gibran maupun dirinya sendiri.

Baca Juga: Ahmad Khozinudin Desak Parpol Tanggung Jawab atas Persoalan Ijazah Gibran

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • angket ijazah gibran
  • joko widodo
  • operasi politik ijazah
  • ray rangkuti
  • ijazah jokowi
  • ijazah gibran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putri Maya Ungkap Penyebab Irjen Purnawirawan Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
PSS Sleman Berduka, Empat Suporternya Tewas Kecelakaan di Tol Madiun
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Rupiah Dibuka ke Rp18.055/USD Senin Pagi
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kabar Duka, Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia!
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Danantara Rampungkan Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.