Saat Dubes Inggris Bicara Ekonomi Hijau di Unhas: Dari Coto Makassar, Sambal, hingga Salam Baji-Baji!

eranasional.com
8 jam lalu
Cover Berita

Makassar, ERANASIONAL.COM – Suasana di Universitas Hasanuddin (Unhas) mendadak penuh keakraban dan gelak tawa saat Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic James Robert Jermey, menyampaikan pidatonya.

Buka pidato dengan bahasa Indonesia yang fasih, Dominic sukses mencuri perhatian para akademisi, mahasiswa, dan undangan yang hadir.

​Tak hanya sekadar menyapa formal, Dominic mengawali pembicaraannya dengan kelakar khas yang langsung menghidupkan suasana di aula Unhas.

​”Makassar memiliki energi yang istimewa. Kota ini merupakan pusat perdagangan, titik pelantikan inovasi, sekaligus salah satu gerbang penting menuju timur Indonesia. Dan tentu saja, Makassar juga terkenal dengan kuliner yang luar biasa. Selama saya bertugas di Indonesia, saya punya ‘misi pribadi’ untuk selalu mencoba makanan khas di setiap daerah yang saya kunjungi,” ujar Dominic sambil tersenyum.

​Ia pun membeberkan ragam kuliner lokal yang sempat ia cicipi, mulai dari Coto, Pallubasa, hingga Es Pisang Ijo yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

​”Dan tentu saja, sambal! Saya baru belajar bahwa ‘diplomasi makanan’ membutuhkan keberanian — terutama ketika seseorang mengatakan sambalnya ‘tidak terlalu pedas’. Oh, begitu?” selorohnya yang diselingi tawa hangat para hadirin.

​Kuliner dan Misi Penting Ekonomi Hijau

​Dibalik candanya tentang kuliner dan kehangatan masyarakat Makassar, kedatangan Dominic membawa misi strategis terkait kerja sama ekonomi hijau (green economy) dan pembangunan rendah karbon (low-carbon growth).

Menurutnya, tantangan perubahan iklim tidak bisa diselesaikan tanpa adanya inovasi, teknologi baru, dan keterlibatan aktif masyarakat.

​”Sulawesi Selatan adalah mitra penting bagi Inggris di Indonesia timur. Kerja sama kami di sini mencerminkan kemitraan yang lebih luas antara Inggris dan Indonesia. Mulai dari pembangunan rendah karbon, ketahanan iklim, transportasi perkotaan, infrastruktur, hingga pendidikan, keterampilan, dan inovasi,” jelas Dominic.

​Ia menyoroti berbagai program kolaborasi yang telah berjalan di Sulawesi Selatan, termasuk program pembangunan rendah karbon (Low Carbon Development Initiative / LCDI) di mana Sulsel menjadi salah satu provinsi percontohan, dukungan ketahanan perkotaan di kawasan Mamminasata melalui UK PACT, hingga program perhutanan sosial dan pemulihan hutan di Maros, Barru, dan Enrekang.

​Unhas dan Pengelolaan Sampah Organik

​Secara khusus, Dominic mengapresiasi peran Unhas yang dinilainya memiliki keahlian lintas bidang yang sangat luas—mulai dari pertanian, peternakan, kehutanan, kelautan, hingga kebijakan publik dan ilmu sosial.

​Salah satu bukti nyata kolaborasi tersebut adalah program pengelolaan sampah organik terpadu (integrated organic waste management) melalui Fakultas Peternakan Unhas dalam kerangka LCDI.

​”Ini bukan sekadar proyek lingkungan. Ini adalah contoh bagaimana riset, inovasi, pemerintah daerah, kampus, komunitas, dan mitra pembangunan dapat bekerja bersama untuk menjawab tantangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” tegasnya.

​Pesan Khusus dan Cerita bersama Raja Charles III

​Dalam pidatonya, Dominic juga membagikan pengalaman pribadinya saat bertemu dengan King Charles III di Istana Buckingham.

​”Salah satu hal menarik dari pekerjaan saya adalah dari waktu ke waktu saya berkesempatan bertemu King Charles III. Sambil menikmati teh favoritnya, kami mendiskusikan hubungan antara Indonesia dan Inggris. Beliau sangat bersemangat tentang perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati,” ungkap Dominic.

​Ia menambahkan bahwa masa depan planet ini sangat ditentukan oleh keputusan dan aksi nyata yang dilakukan hari ini.

​”Saya ingin Anda semua mengingat satu pertanyaan: ‘Apa yang bisa saya lakukan?’ Karena setiap orang di ruangan ini memiliki peran. Anda tidak perlu tahu semua jawaban, dan tidak harus menjadi ilmuwan iklim. Namun, Anda harus memiliki keinginan untuk membawa perubahan,” tutup Dominic menyemangati para mahasiswa Unhas.

​Sesi pertemuan ilmiah tersebut ditutup dengan optimisme tinggi terhadap penguatan hubungan kemitraan strategis antara Inggris, Unhas, dan Pemerintah Daerah di Sulawesi Selatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh, berkelanjutan, dan inklusif. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Saatnya Keluhan Pencernaan Harus Diperiksa, Ini Penjelasan Dokter Bedah Digestif
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Macan atau Pohon yang Kamu Lihat Pertama? Ini Artinya…
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jadwal Siaran Langsung French Open 2026: Alwi Farhan hingga Fajar/Fikri Kembali Beraksi
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Peran Melanie Subono di Balik Keputusan Ruben Onsu Adopsi Thayaka
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Fasilitas Publik Diusulkan jadi Ruang Perlindungan Kabut Asap
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.