Wyndham Garden dan Ramada by Wyndham di Sleman, Yogyakarta, berupaya mengembangkan pasar melalui fasilitas olahraga dan rekreasi yang tersedia di kawasan hotel. Selain menyasar wisatawan dan pelaku bisnis, kedua properti ini ingin menarik lebih banyak komunitas olahraga melalui berbagai aktivitas di action park.
General Manager Wyndham Garden dan Ramada, Erik R. Tumbelaka, mengatakan fasilitas yang tersedia memungkinkan kedua properti menjangkau beragam segmen pengunjung. Mulai dari keluarga, komunitas olahraga, perusahaan, hingga instansi pemerintah.
“Kalau kita lihat fasilitas yang ada di Ramada by Wyndham dan Wyndham Garden, kita sangat luas market-nya. Dari mulai family, olahragawan, corporate, government, itu betul-betul bisa kita terima di sini. Mereka bisa mendapatkan semua fasilitas itu ada di sini,” ujar Erik dalam konferensi pers.
Kawasan tersebut memiliki sejumlah fasilitas olahraga, di antaranya arena BMX, skatepark, lapangan tenis, tenis meja, lapangan basket, serta jogging track sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer. Keberadaan fasilitas ini menjadi salah satu daya tarik yang ingin dikembangkan untuk mendukung aktivitas rekreasi sekaligus memperluas jangkauan pasar hotel.
Menurut Erik, pengembangan fasilitas olahraga juga dilatarbelakangi peluang untuk menghadirkan arena yang dapat dimanfaatkan komunitas. Ia menilai fasilitas untuk olahraga seperti skateboard masih relatif terbatas di Yogyakarta, terutama dari sisi ruang untuk beraktivitas.
“Owner melihat bahwa ini ada peluang. Ada peluang untuk bisa lebih ditingkatkan bagi komunitas. Komunitasnya memang belum banyak di sini. Tapi kembali lagi, dengan adanya arena ini, sehingga yang tadinya komunitasnya sedikit akan jadi lebih besar,” katanya.
Saat ini, pihak hotel masih menjajaki kerja sama dengan komunitas-komunitas olahraga di Yogyakarta. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengundang mereka untuk datang dan mencoba fasilitas yang tersedia. Melalui pendekatan tersebut, pihak hotel berharap komunitas dapat mengenal arena sekaligus menjadikannya sebagai tempat beraktivitas.
Erik mengatakan, dukungan terhadap komunitas untuk sementara diberikan melalui akses penggunaan arena tanpa biaya. Pihak hotel juga terkadang menyediakan dukungan makanan dan minuman melalui fasilitas food and beverage (F&B).
“Saat ini, support itu kita masih lebih kepada memberikan mereka keleluasaan untuk bermain di sana tanpa mereka harus bayar. Kadang-kadang kita kasih tambahan mereka untuk bisa mendapatkan F&B,” ujar Erik.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar komunitas memiliki kesempatan untuk mencoba fasilitas sebelum pihak hotel mengembangkan kegiatan dengan skala lebih besar. Ke depannya, pihak hotel berharap komunitas dapat menginisiasi program maupun kompetisi olahraga di kawasan tersebut.
“Kami mencoba mendekati mereka untuk mendapatkan pengalaman dulu di tempat kita, agar mereka merasa, ‘Oh, ternyata ini mengasyikkan, enak.’ Mereka akan bicara dengan teman-temannya. Siapa tahu mereka membuat suatu kontes, misalnya. Ke depannya akan ke sana,” katanya.
Menurut Erik, manfaat yang ingin dicapai pada tahap awal adalah meningkatkan eksposur kawasan. Jika aktivitas komunitas berkembang hingga skala nasional, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk dari sisi pendapatan hotel.
Sasar Keluarga hingga Penyelenggara AcaraSelain komunitas olahraga, Wyndham Garden dan Ramada by Wyndham juga menyasar keluarga, perusahaan, instansi pemerintah, serta pasar acara sosial atau social event. Fasilitas yang tersedia memungkinkan pengunjung memanfaatkan satu kawasan untuk kebutuhan akomodasi, kegiatan olahraga, pertemuan, hingga penyelenggaraan acara.
Kedua properti ini memiliki total 260 kamar berdasarkan informasi fasilitas yang disampaikan, terdiri dari 171 kamar di Ramada by Wyndham Yogyakarta dan 89 kamar di Wyndham Garden Yogyakarta. Untuk kebutuhan acara, tersedia sembilan ruang pertemuan serta satu ballroom berkapasitas hingga 1.000 orang.
Kapasitas tersebut juga membuka peluang untuk menyasar penyelenggaraan wisuda atau graduation. Erik mengatakan, pihak hotel telah beberapa kali menggelar acara wisuda dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki.
“Dengan ballroom yang besar dan area parkir yang besar, kita bisa ambil market seperti graduation. Kami bahkan sudah beberapa kali graduation ada di sini,” ujarnya.
Selain acara wisuda, pihak hotel juga ingin mengembangkan pasar pernikahan dan berbagai acara sosial lainnya. Menurut Erik, area parkir yang luas menjadi salah satu keunggulan dalam mengakomodasi kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung.
Ke depannya, pengelola juga berharap kehadiran Artotel Group dapat membantu meningkatkan eksposur kedua properti, termasuk menjangkau pasar internasional. Erik mengatakan, selama ini pasar hotel masih didominasi tamu domestik.
“Target kami, kalau bisa, kurang lebih 30 persen itu dari asing, dari luar. Domestiknya 70 persen. Tapi kembali lagi, kalau sebelumnya data yang ada, kami hanya kurang lebih sekitar 5 persen tamu asing yang ada di sini,” kata Erik.
Ia berharap dukungan Artotel Group sebagai operator dapat membantu memperluas jangkauan pasar sekaligus mengembangkan potensi fasilitas hotel, termasuk arena olahraga dan rekreasi, agar dapat menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai segmen.





