KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyebut polemik ijazah dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai operasi politik untuk menjatuhkan reputasi mereka. Jokowi juga menuding adanya penumpang gelap di balik polemik tersebut.
Penggugat ijazah Gibran ke Mahkamah Konstitusi, Denny Indrayana, membantah tudingan itu. Ia justru menilai operasi politik dilakukan Jokowi melalui perubahan aturan terkait syarat usia dan pendidikan calon wakil presiden.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai pernyataan Jokowi menunjukkan kepanikan karena kehabisan argumen. Sementara itu, Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menilai serangan politik terhadap Jokowi sengaja diorkestrasi karena posisi politiknya yang dinilai terlalu kuat bagi lawan.
Polemik ini bergulir setelah putusan MK menyinggung tidak ditemukannya bukti ijazah setara SMA dalam pertimbangan terkait syarat pencalonan Gibran. MK menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk mendiskualifikasi Gibran.
Untuk membahas isu ini, simak pembahasannya bersama Ketua DPP PSI Dedek Prayudi, kuasa hukum pelapor terkait surat keterangan pengganti ijazah Gibran Ahmad Khozinudin, dan pengamat komunikasi politik Unpad Kunto Adi Wibowo.
#jokowi #gibran #mahkamahkonstitusi #dennyindrayana
Baca Juga: Khozinudin Minta Bareskrim Periksa Gibran dan Jokowi soal Suket Penyetaraan Pendidikan
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Ahmades-Brilian
Sumber : Kompas TV
- psi
- khozinudin
- jokowi
- gibran
- operasi politik





