Berkat Pembinaan Pertamina, Zenia Lukis Raih Juara Nasional-Tambah Alat Produksi

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Berawal dari usaha rumahan yang dikelola seorang diri sejak 2013, Zenia Lukis kini berkembang menjadi usaha kreatif yang memberdayakan puluhan pekerja, mulai dari pelukis, penjahit, hingga pengrajin tas.

Nita Erlina, pemilik Zenia Lukis, terus mengembangkannya usahanya dengan memperkuat manajemen dan menambah tenaga kerja. Saat ini, Zenia Lukis memiliki sembilan pelukis, lima penjahit, dan tiga pengrajin tas. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri, mulai dari pembuatan tas hingga proses pelukisan.

“Pelukis kami kan banyak, jadi ada klasifikasinya. Jadi ada yang pelukis khusus mukena, pelukis khusus tas, itu ada sendiri,” sebut Nita saat ditemui kumparan di Pameran Kriyanusa 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9).

Nita mengatakan perkembangan Zenia Lukis juga didukung oleh kesempatan bagi tenaga muda untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Selain memiliki pelukis senior, Zenia Lukis menerima mahasiswa magang dari bidang seni rupa selama sekitar empat bulan.

“Kalau mereka mau bergabung dengan Zenia Lukis ya kami terima, tapi kalau mereka mau mandiri ya gak apa-apa. Itu kan artinya memberi kesempatan pada orang lain untuk berkarya,” kata Nita.

Zenia Lukis menjadi mitra binaan Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga sejak 2022. Menurut Nita, pembinaan yang diberikan Pertamina Patra Niaga tidak hanya berupa kesempatan mengikuti pameran, tetapi juga mencakup pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Dari ribuan UMKM binaan Pertamina, Zenia Lukis berhasil meraih juara pertama tingkat nasional kategori agregator pada 2024.

“Dan tentunya dari kita juara itu mendapat kompensasinya, mendapat bimbingan, semacam ditentir selama satu tahun, jadi dari situ kami banyak sekali ilmu yang kami dapat banyak sekali dan tentunya berdampak pada manajemen dan perkembangan Zenia Lukis,” jelas Nita.

Dukungan Pertamina juga dirasakan melalui bantuan peralatan produksi. Setelah meraih penghargaan sebagai juara agregator, Zenia Lukis memperoleh dana hibah yang penggunaannya diarahkan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan usaha, bukan diberikan dalam bentuk uang tunai.

“Mesin itu namanya mesin ogleng, itu untuk pembuatan tas. Itu memudahkan perajin-peranin kami, sehingga bisa memproduksi tas-tas yang sesuai, lebih bagus lah,” ujar Nita.

Kemudian dari sisi pasar, Zenia Lukis belum melakukan ekspor secara langsung. Namun, produk-produknya telah dibeli pelanggan dari sejumlah negara, seperti Australia, Singapura, Malaysia, hingga Jepang.

“Mereka membeli produk Zenia Lukis kemudian dijual di negaranya, atau pelanggan yang sudah lama dan memang suka banget dengan outfit lukis. Nah itu beliau mungkin punya rumah di Jepang jadi bawa scarf kami dan kemudian di jual di Jepang,” jelas Nita.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa keikutsertaan mitra binaan dalam pameran-pameran merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan Pertamina.

"Pameran merupakan kesempatan yang baik bagi para mitra binaan Pertamina untuk menunjukkan produk-produk terbaiknya. Ini juga menjadi kesempatan bagi mitra binaan untuk menemukan potensial pembeli," kata Baron.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nyaris Menang di Misano, Kiandra Ramadhipa Gagal Tembus Moto3 2027
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Perlawanan Roy Suryo Ditolak Hakim
• 1 jam laludetik.com
thumb
Tampil di Synchronize 2026, Andika harap Kangen Band tak bubar lagi
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League di Vidio: Persib Bandung Vs Persik Kediri
• 17 jam lalubola.com
thumb
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Indonesia Setop Impor Beras Umum
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.