Aceh Barat Daya: Banjir menggenangi pemukiman warga dan ruas jalan nasional di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Minggu malam, 18 Oktober 2026. Bencana ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang disertai angin kencang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Daya, Mukhsin, mengonfirmasi bahwa air meluap dan mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 20.00 WIB.
"Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Aceh Barat Daya. Akibatnya, sejumlah permukiman warga dan ruas jalan nasional terendam banjir," kata Mukhsin, Senin, 19 Oktober 2026.
Baca Juga :
- Kecamatan Blangpidie: Desa Babah Lhung, Alue Manggota, Lhung Tarok, dan Meudang Ara.
- Kecamatan Jeumpa: Desa Cot Mane.
- Kecamatan Setia: Desa Alue Dama.
- Kecamatan Susoh: Desa Tengah Rawa, Padang Baru, dan Pulau Kayu.
"Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan untuk memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak," terangnya.
Salah satu rumah warga terendam banjjr akibat hujan deras dan meluapnya air sungai, di Banda Aceh, Jumat (14/8/2026). (ANTARA/HO/BPBA)
Laporan terbaru menyebutkan genangan air mulai surut di beberapa titik seiring berkurangnya intensitas hujan, seperti di Desa Padang Baru dan Tengah Rawa (Kecamatan Susoh) serta Desa Lhung Tarok (Kecamatan Blangpidie). Kendati demikian, personel BPBD tetap disiagakan di lapangan.
"Air mulai surut di beberapa titik karena intensitas hujan semakin berkurang. Namun, tim reaksi cepat BPBD masih terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak," tutup Mukhsin.




