Mentan Gandeng Bareskrim Usut Dugaan Mafia Pangan di Sektor Pertanian dan Peternakan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Mentan menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengusut dugaan praktik mafia pangan di sejumlah komoditas pertanian dan peternakan.

Mentan Gandeng Bareskrim Usut Dugaan Mafia Pangan di Sektor Pertanian dan Peternakan (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengusut dugaan praktik mafia pangan di sejumlah komoditas pertanian dan peternakan.

Dia menyebut, langkah ini dilakukan menyusul adanya indikasi pelanggaran di sektor pangan, termasuk kejanggalan harga pangan yang turun di tingkat produsen, tetapi justru meningkat di tingkat konsumen.

Amran mengungkapkan, terdapat 11 persoalan di sektor pangan yang menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti Bareskrim Polri. Beberapa di antaranya berkaitan dengan komoditas hortikultura, kelapa sawit, pakan ternak, hingga ayam dan telur.

"Ada horti, hortikultura, sawit, pakan kita lihat ayam, segala macam. Kenapa? Harga di peternak turun, tapi konsumen naik. Ada inflasi lagi, inflasi ayam dengan telur. Inflasi ayam dengan telur. Kan kasihan, ya kan?" kata Amran, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya permainan harga dalam rantai distribusi pangan. Pasalnya, penurunan harga di tingkat peternak tidak diikuti dengan penurunan harga yang diterima masyarakat.

"Jadi ini, menurut Anda nih, harga di peternak turun, harga di konsumen naik, menurut Anda bagaimana? Mafia ya? Begitu kira-kira," kata Amran.

Sementara itu, Kepala Bareskrim Polri Asep Safrudin menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti berbagai persoalan pangan yang disampaikan Mentan Amran. Tindak lanjut tersebut akan dilakukan melalui proses penyelidikan hingga penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.

"Ada beberapa pemaparan dari beliau terkait dengan permasalahan-permasalahan di bidang pangan. Ya, ada beberapa poin yang harus ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian. Tentunya kami akan langsung melakukan kegiatan-kegiatan, dari mulai penyelidikan, sampai nanti ke penegakan hukum," tutur Asep.
Dia menjelaskan, koordinasi dengan Kementerian Pertanian merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri agar jajaran kepolisian memperkuat kerja sama dengan kementerian terkait dalam menangani persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Dia menilai, kepolisian memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh program strategis pemerintah, termasuk di sektor pangan, dapat berjalan dengan baik. Asep menambahkan, Bareskrim akan terus menjalin koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti berbagai informasi yang memerlukan penanganan kepolisian.

"Kami dari jajaran kepolisian harus betul-betul menjamin semua program daripada pemerintah, semua program strategis dari Bapak Prabowo, harus berjalan karena ini berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Jadi tentunya kami akan terus berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan jajaran kementerian manapun ya, sesuai dengan arahan Bapak Kapolri, untuk menindaklanjuti informasi-informasi yang harus atau dapat ditangani oleh kami jajaran kepolisian," tutur Asep.


(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pram sebut Jakarta Timur jadi wilayah yang miliki embung terbanyak
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Syifa Hadju Dikritik Gegara Harga Konten Eksklusif Dinilai Kemahalan, Deswita Maharani Pasang Badan: Aku Selalu Ingetin
• 12 jam lalugrid.id
thumb
LPS Usulkan Limit Penjaminan Polis Asuransi Rp 500 Juta, Berlaku Juli 2027
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Foto: Widiasih Sumbang Medali Pertama di Asian Para Games 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Profil dan Fakta Menarik Girl Group K-Pop A2O LITE
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.