HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Legenda sepak bola Inggris, David Beckham, masuk dalam bursa calon presiden FIFA untuk menantang petahana Gianni Infantino dalam pemilihan pada Maret 2027.
Nama mantan kapten timnas Inggris itu mencuat di tengah munculnya sejumlah figur yang dinilai berpeluang menjadi penantang Infantino. Hal ini seiring meningkatnya penolakan terhadap kemungkinan dirinya kembali memimpin FIFA.
Selain Beckham, dua nama yang turut diperbincangkan ialah pengusaha olahraga asal Amerika Serikat, Michele Kang, dan Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness.
Laporan Sky Sports pada Senin (19/10/2026) menyoroti Beckham sebagai salah satu figur yang berpotensi diperhitungkan karena popularitas, jaringan internasional, serta pengaruhnya di industri sepak bola.
“Eropa masih jadi benua kuat (dalam bursa pencalonan presiden FIFA). Ceferin (Presiden UEFA) sudah keluar dari pencalonan, begitu juga dengan Arsene (Wenger). Jika butuh kriteria yang kuat, ada satu nama yang belum disebut: David Beckham,” tulis Sky Sports.
Pengaruh Beckham Jadi Modal PolitikBeckham dinilai memiliki modal popularitas yang menjangkau berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa hingga Amerika dan Asia, sehingga namanya berpotensi menarik perhatian dalam persaingan menuju kursi tertinggi FIFA.
Di Amerika Serikat, pria berusia 51 tahun tersebut dikenal sebagai salah satu pemilik klub Inter Miami, tim yang berkompetisi di Major League Soccer (MLS) dan menjadi bagian dari perkembangan sepak bola profesional di negara itu.
Sementara di Asia, mantan pemain Real Madrid tersebut juga memiliki popularitas tersendiri berkat keterlibatannya dalam berbagai kegiatan promosi sepak bola, termasuk kunjungan ke China dan aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan pemain muda serta kompetisi profesional.
Jaringan dan pengaruh Beckham di luar lapangan menjadi salah satu faktor yang membuat namanya dinilai berpotensi diperhitungkan apabila benar-benar masuk dalam persaingan pemilihan presiden FIFA.
Meski demikian, pencalonan Beckham masih sebatas spekulasi yang diberitakan media dan belum menjadi pengumuman resmi mengenai kesediaannya maju melawan Infantino.
Modal Beckham dalam Persaingan FIFAJika masuk dalam bursa pencalonan, Beckham diperkirakan harus menghadapi persaingan politik yang kompleks di lingkungan federasi sepak bola internasional, terutama dalam menggalang dukungan dari asosiasi anggota FIFA.
Rekam jejaknya yang pernah melontarkan kritik keras terhadap FIFA juga dapat menjadi bagian dari dinamika tersebut, mengingat Beckham sebelumnya menyebut skandal yang melanda organisasi itu sebagai sesuatu yang “menjijikan”.
Di sisi lain, Sky Sports menyoroti kemampuan finansial Beckham sebagai salah satu faktor yang berpotensi mendukung kampanye pencalonan apabila ia memutuskan maju.
“Tapi sebagai miliarder, Beckham tidak akan dicurigai memperkaya diri dan merugikan FIFA. Serta yang lebih penting, Beckham bisa membiayai kampanye melawan Infantino,” tulis Sky Sports.
Meski demikian, kekuatan finansial dan popularitas seorang kandidat tidak otomatis menjamin dukungan mayoritas dari asosiasi anggota FIFA yang memiliki hak suara dalam pemilihan presiden.
Pemilihan Presiden FIFA Dijadwalkan pada 2027Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, pada Maret 2027, yang akan menjadi momentum penentuan kepemimpinan organisasi tersebut untuk periode selanjutnya.
Persaingan menuju pemilihan itu diperkirakan melibatkan dinamika antarkawasan dan kepentingan federasi anggota, termasuk posisi Eropa melalui UEFA serta dukungan dari konfederasi lain di berbagai belahan dunia.
Hingga ada pengumuman resmi mengenai kandidat yang maju, peluang Beckham menantang Infantino masih perlu dipandang sebagai wacana yang berkembang dalam pemberitaan, bukan kepastian bahwa legenda Manchester United tersebut akan mengikuti pemilihan. (*)




