Jakarta, VIVA – Nama pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, menjadi sorotan setelah muncul kabar yang mengaitkannya dengan potensi akuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Meski demikian, manajemen BCA telah membantah isu tersebut sehingga kabar itu belum dapat diperlakukan sebagai transaksi yang terkonfirmasi.
Perhatian terhadap Haji Isam turut meningkat seiring langkah bisnisnya di sektor pertambangan. Melalui PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang dikendalikannya, ia menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengambil alih saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
Di tengah dinamika tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa setiap perubahan kepemilikan dan pengendalian bank akan dicermati sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.
Lantas, bagaimana perjalanan bisnis Haji Isam hingga namanya menjadi perhatian di pasar keuangan nasional?
Haji Isam, Pengusaha Asal Bone yang Membangun Jhonlin GroupAndi Syamsuddin Arsyad lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 1 Januari 1977. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemilik Jhonlin Group, kelompok usaha yang menjalankan bisnis di berbagai sektor, mulai dari pertambangan batu bara, perkebunan, energi, logistik, transportasi, hingga manufaktur.
Sebelum menekuni dunia usaha, Haji Isam disebut pernah menjalani sejumlah pekerjaan, termasuk menjadi tukang ojek, sopir truk pengangkut kayu, dan pekerja tambang.
Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas pada 1996, ia tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Ia kemudian bekerja sebagai sopir truk kayu selama sekitar tiga tahun.
Dari pergaulannya dengan pengusaha lokal, Haji Isam mulai mengenal bisnis pertambangan batu bara. Pada 2003, ia mendirikan PT Jhonlin Baratama yang kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan dalam kelompok usaha Jhonlin.
Seiring waktu, bisnis yang dijalankannya meluas ke berbagai bidang. Perkembangan tersebut membuat Jhonlin Group tidak hanya berkegiatan di sektor pertambangan, tetapi juga merambah jasa transportasi, perkebunan, pengolahan hasil alam, dan energi.
Bisnis Jhonlin Group Merambah Berbagai Sektor




