Kronologi Dedi Mulyadi Naik Pitam saat Dihadang Warga soal Jalan Rusak, Beri Pesan Menohok

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Persoalan infrastruktur di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memicu ketegangan antara Gubernur Dedi Mulyadi dan sejumlah warga. 

Gubernur Jawa Barat itu meluapkan kekesalannya setelah rombongan yang ditumpanginya diarahkan melewati jalan rusak di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok. 

Momen tersebut kemudian menjadi perbincangan setelah videonya viral di media sosial.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluapkan kekesalannya setelah rombongan yang ditumpanginya diarahkan melewati jalan rusak di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok. 
Sumber :
  • TikTok Reset Feed

Dalam rekaman yang beredar, warga terlihat mengarahkan kendaraan Dedi ke ruas jalan yang kondisinya rusak. 

Mereka diduga ingin menunjukkan secara langsung kerusakan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan berharap pemerintah segera memberikan perhatian.

Namun, tindakan tersebut justru memicu adu argumen. Dedi, yang akrab disapa KDM, merasa keberatan karena pengalihan rute itu dilakukan ketika dirinya tengah menjalani agenda kerja yang padat.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya membutuhkan waktu untuk beristirahat di dalam mobil sebelum melanjutkan perjalanan. 

Dedi mengaku hanya memiliki waktu sekitar satu jam untuk memulihkan tenaga sebelum kembali bertemu masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluapkan kekesalannya setelah rombongan yang ditumpanginya diarahkan melewati jalan rusak di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok. 
Sumber :
  • TikTok Reset Feed

"Ini jalan Kabupaten, sebentar matiin dulu hp nya. Ini jalan Kabupaten, sampaikan ke bupatinya, nanti bupatinya saya telepon, marahnya jangan sama gubernur dong, sama bupatinya, emang saya orang budeg?" kata KDM, dilansir dari TikTok Reset Feed.

Ia memahami bahwa masyarakat ingin jalan rusak segera diperbaiki. Meski demikian, ia berharap warga dapat menyampaikan keluhan secara langsung tanpa harus mengubah rute perjalanannya secara mendadak.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa dirinya tidak harus menunggu aksi protes untuk mengetahui persoalan yang dialami masyarakat. 

"Saya kan berangkat dari rumah jam 7, ngurusin orang Ciamis juga, benerin jalan sepanjang jalan tapi datang ke sini warganya bersikap, jadi kalau marah sama bupati ya sama bupati jangan marah sama bupati ditimpain sama gubernur, ada kewajibannya," lanjutnya.

Menurutnya, warga cukup menyampaikan informasi mengenai kerusakan jalan agar masalah tersebut bisa diperhatikan oleh pemerintah.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut juga mengatakan bahwa dirinya terkadang mengambil inisiatif membantu masyarakat tanpa harus menunggu permintaan.

Namun, Dedi mengaku kurang menyukai tindakan yang dianggap sebagai upaya menekan dirinya. Ia menilai penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan etika dan situasi yang sedang dihadapi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Klinik Hewan akan Beroperasi di RPTRA Kalijodo Jakbar Hari Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
11 Orang Terluka Imbas Kericuhan Suporter Persita vs Persija di BIS
• 21 jam laludetik.com
thumb
Sukabumi dan Bogor Waspada Gempa Kecil-Dangkal, Udah Rusak Ratusan Rumah
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polri Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Napoleon Bonaparte
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Khozinudin Bantah Operasi Politik Pemakzulan Gibran, Respons Tuduhan Jokowi soal Orang Besar
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.