Jakarta, VIVA –Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menopang ketahanan dan pertumbuhan ekonomi. UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian nasional.
Melansir data Kementerian UMKM, terdapat lebih dari 70 juta unit usaha UMKM di ASEAN yang menyerap sekitar 85 persen tenaga kerja, berkontribusi 44,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) kawasan, serta menyumbang 18 persen terhadap total ekspor regional. Data tersebut menunjukkan besarnya peran UMKM dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong integrasi pasar di Asia Tenggara.
Di Indonesia, sekitar 57 juta pelaku UMKM berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap PDB nasional, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan menyumbang 15,7 persen terhadap total ekspor. Besarnya kontribusi tersebut menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu fondasi utama perekonomian nasional.
Meski memiliki peran strategis, pemberdayaan UMKM masih perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak cukup hanya berfokus pada pengembangan usaha, tetapi juga perlu memperhatikan kesejahteraan pelaku UMKM dan karyawannya, termasuk akses terhadap kebutuhan dasar seperti hunian yang layak dan terjangkau.
Hal ini seperti disampaikan praktisi sekaligus pengusaha UMKM Hevi Novianti dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Laskar Trisakti 08 Jumat lalu (16/10). Dalam diskusi tersebut, Hevi Novianti, menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM yang lebih komprehensif.
Menurutnya, peningkatan kapasitas dan kondisi usaha perlu berjalan seiring dengan upaya memastikan pelaku UMKM dan karyawannya memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk memperoleh hunian yang layak.
“UMKM Indonesia harus diarahkan pada pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara mengenai hal-hal lain. Persaingan global saat ini semakin kompleks, sehingga pemerintah harus peka terhadap kondisi tersebut. Kalau kondisi usaha meningkat, kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga, termasuk memiliki tempat tinggal yang layak, juga bisa meningkat," kata dia.
"Kita semua pasti bergerak ke arah itu. Bukan hanya pemilik usaha, tetapi juga karyawan-karyawan kita. Kita berharap pemerintah terus berupaya melalui kebijakan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM,” sambung dia.





