Hujan Belum Merata, Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Batam dan Sekitarnya

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Batam: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menyatakan hujan yang turun di Batam dan sekitarnya belum cukup untuk mengurangi kabut asap. Hingga kini, kabut asap masih menyelimuti sebagian besar wilayah Kepulauan Riau.
 
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Addini, menjelaskan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bergerak dari tenggara hingga barat daya, lalu terbawa angin ke arah barat laut hingga timur laut. Kondisi ini menyebabkan kabut asap menyebar hampir merata di Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga.
 
"Di Batam dan sekitarnya, hujan masih bersifat lokal dan sporadis, belum merata sehingga belum cukup signifikan mengurangi konsentrasi asap di udara,"  kata Addini, di Batam, Senin, 19 Oktober 2026. 

Baca Juga :

Tiga Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Tertunda akibat Kabut Asap

Kualitas udara di Kota Batam tercatat berada pada angka Indeks Kualitas Udara (AQI) 146, masuk dalam kategori Tidak Sehat. Konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 53 µg/m³, sekitar 3,6 kali lipat dari standar keamanan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 15 µg/m³. 

Sementara itu, konsentrasi partikel kasar PM10 tercatat sebesar 59 µg/m³. Suhu udara berkisar 28–32°C dengan kelembapan udara mencapai 58–85 persen.
 
Meski kualitas udara belum membaik, operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam hingga saat ini masih berjalan aman. Jarak pandang di kawasan bandara tercatat masih di atas 3.000 meter.
 

Beberapa kapal nelayan tradisional 1-3 GT bersandar di dermaga Pulau Kasu di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja.


Di sisi lain, kondisi cuaca berbeda terjadi di wilayah perbatasan utara Kepri. BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Natuna, Kepulauan Anambas, dan Kepulauan Tambelan. Adanya konvergensi massa udara di sekitar Laut China Selatan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
 
"Kami keluarkan peringatan dini: potensi hujan dengan akumulasi 20–50 milimeter per hari atau kategori sedang, yang dapat disertai petir dan angin kencang hari ini," ujarnya.
 
Suhu di wilayah utara Kepri tercatat lebih sejuk, berkisar 25–29°C dengan kelembapan mencapai 71–97 persen.
 
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan. Warga di wilayah terdampak kabut asap diimbau meminimalkan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. 

Sementara masyarakat di Natuna, Anambas, dan Tambelan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepanjang hari ini. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Liga Italia: Lazio Bantai Juventus 3-0 di Allianz Stadium
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
2.400 Pelari Akan Meramaikan Event Healthy Run di GIK UGM Yogyakarta, Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Zulhas Cerita Nasib Nelayan RI Merana, Tapi Sebentar Lagi Akan Berubah
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Iran Tawarkan Kesepakatan untuk AS, Bisa Buka Selat Hormuz dalam Waktu Seminggu
• 14 jam laluokezone.com
thumb
[FULL] Ini Cerita Relawan Tangguh di Balik Upaya Pemadaman Karhutla di Kalteng
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.