PLN Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Kalimantan Tengah Lewat Pelatihan Pengelasan, Peserta Mulai Buka Usaha dan Dapat Pekerja

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat (UPP KLB) 3 menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pelatihan dan sertifikasi pengelasan di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk meningkatkan keterampilan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Program yang diikuti 10 peserta tersebut tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga menyediakan dukungan pengembangan usaha agar masyarakat dapat memanfaatkan kompetensi yang diperoleh.

Manager PLN UPP KLB 3 Asep Asikin mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka peluang kerja sekaligus membantu masyarakat membangun usaha mandiri di bidang pengelasan.

"Program TJSL ini tidak hanya memberikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi pengelasan, tetapi juga mencakup dukungan peralatan dan bahan usaha, pembangunan serta pengembangan tempat usaha welding, penyediaan dukungan kelistrikan dan pengurusan legalitas usaha," kata Asep saat dihubungi dari Palangka Raya, Senin (19/10/2026).

PLN Berikan Sertifikasi hingga Bantuan Peralatan Usaha

PLN menyelenggarakan pelatihan pengelasan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kegiatannya.

Sebanyak 10 peserta mendapatkan kesempatan meningkatkan keterampilan teknis melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

Selain pembekalan keterampilan, PLN memberikan dukungan berupa peralatan dan bahan yang diperlukan untuk menjalankan usaha pengelasan.

Program tersebut juga mencakup pembangunan serta pengembangan tempat usaha, penyediaan kelistrikan, dan bantuan pengurusan legalitas usaha.

Salah satu usaha yang mendapatkan dukungan melalui program ini adalah UD Subur Makmur.

Pengembangan tempat usaha tersebut diarahkan untuk mendukung pemanfaatan keterampilan peserta sekaligus memperluas kesempatan ekonomi masyarakat setempat.

Peserta Pelatihan Mulai Mengembangkan Usaha Mandiri

Asep mengatakan manfaat program mulai terlihat dari kegiatan ekonomi yang dijalankan peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

Sejumlah peserta telah mengembangkan usaha mandiri di bidang pengelasan dengan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh.

Sementara itu, peserta lainnya berhasil mendapatkan pekerjaan pada perusahaan yang membutuhkan kompetensi terkait.

Menurutnya, keberhasilan peserta dalam memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha menjadi salah satu indikator keberlanjutan manfaat program TJSL.

“Kami ingin memastikan program TJSL yang dilaksanakan PLN memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat," tegasnya.

PLN juga menekankan pentingnya pendampingan agar keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan.

Dukungan pengembangan usaha dinilai diperlukan supaya manfaat pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan sertifikasi selesai.

Hasil Evaluasi Catat Nilai Manfaat Sosial Rp1,96 per Rp1 Investasi

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi, program TJSL pengelasan PLN mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,96.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi sosial dalam program diperkirakan menghasilkan manfaat sosial senilai Rp1,96 berdasarkan pengukuran yang dilakukan.

Selain itu, program memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 89,50.

Capaian IKM tersebut masuk kategori Sangat Baik atau kategori A.

Hasil evaluasi itu menjadi bagian dari pengukuran manfaat program terhadap peserta dan masyarakat penerima dukungan.

PLN menggunakan hasil pemantauan tersebut untuk menilai pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan kerja.

Pengembangan Usaha Jadi Bagian dari Keberlanjutan Program

PLN menilai pemberian sertifikasi perlu diikuti dengan dukungan usaha agar keterampilan peserta dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Karena itu, program TJSL pengelasan di Desa Purbasari menggabungkan pelatihan teknis, penyediaan fasilitas, dan pendampingan pengembangan usaha.

Kepala Desa Purbasari Edi Mudianto turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program TJSL PLN bagi masyarakat desanya.

Melalui program tersebut, PLN berupaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong tumbuhnya kegiatan usaha pengelasan di Kabupaten Kotawaringin Barat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Women’s League Diikuti 6 Klub, Ketua PSSI Pilih Pengembangan Bertahap
• 11 jam lalubola.com
thumb
OJK DIY Salurkan Pembiayaan Rp296 M untuk 3.079 UMKM di Bulan Inklusi Keuangan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan pada 2027
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Melemah, Simak Analisa MYOR, ACES, INDF, dan COIN
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemprov Jabar Bakal Beri Pelatihan Gratis Bahasa Asing Bagi Masyarakat Desa
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.