jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Saiful Mujani menilai legitimasi pemerintahan era Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sudah jatuh sampai ke level minus selama dua tahun menjabat Presiden dan Wapres RI.
Hal demikian dikatakan dia saat kelompok yang menamakan diri Konferensi Republik menggelar pernyataan bersama Rapor Merah Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/10).
BACA JUGA: Singgung KKB di Papua Dicap Teroris, Natalius Pigai: Tanda-tanda Indonesia Bubar
"Tanya sama orang dari Aceh sampai Papua, sekarang, kalau ditanya sekarang, hampir bisa dikatakan sudah minus legitimasi itu, dan umumnya rakyat sudah marah," kata dia, Senin.
Dia mengaku tak pernah mendapati tingkat kemarahan publik begitu tinggi terhadap pemerintahan yang baru berumur dua tahun selama mengamati perpolitikan nasional mulai awal reformasi.
BACA JUGA: Analisis Erick Thohir soal Kemustahilan Indonesia Bubar 2030
"Jadi, tidak pernah ada orang yang namanya baru dua tahun berkuasa, orang sudah marah begitu, begitu kuat marahnya," ucapnya.
Menurut Saiful, publik dengan kemarahan yang tinggi, bahkan enggan memilih Prabowo-Gibran andai pemilu digelar hari ini.
BACA JUGA: Luhut Temui Prabowo, Tanya soal Indonesia Bubar 2030
"Misalnya, kalau diadakan pemilu sekarang, enggak lagi mau memilih pasangan ini. Saking marahnya, begitu," kata dia.
Saiful juga merasa khawatir kemarahan rakyat di daerah yang terus tinggi berpotensi memicu perpecahan bangsa.
"Saya takut, ya, opini-opini yang berkembang di daerah itu betul-betul terjadi, Indonesia bubar. Itu yang paling saya takut," lanjut dia.
Saiful mengingatkan pemerintah menyadari kondisi anjloknya legitimasi rezim Prabowo-Gibran di mata rakyat.
"Mudah-mudahan segera ada jalan keluar untuk ini, apa pun itu. Kalau mau jalan secara damai adalah lewat DPR," tuturnya. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan




