Moms, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis sejak kecil bisa memengaruhi preferensi rasa anak hingga ia dewasa. Oleh karena itu, asupan gula perlu diperhatikan agar anak tidak terbiasa menginginkan makanan dengan rasa manis berlebihan.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK(K), menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat membuat anak terus mencari rasa manis dalam kesehariannya.
“Kalau seorang anak biasa minum manis, makan manis, dia akan jadi anak yang terbiasa, memorinya adalah memori manis. Dia akan terus mintanya makanan yang cenderung manis,” ujar dr. Diana dalam acara World Food Day 2026, Danone Indonesia dan UPH di Tangerang, Kamis (15/10).
Menurutnya, tingkat kemanisan yang disukai anak juga bisa semakin meningkat seiring waktu. Misalnya, anak yang awalnya terbiasa minum dengan satu sendok teh gula, bisa menginginkan tambahan gula lebih banyak hingga satu atau dua sendok makan.
“Oleh sebab itu, kita harus menjaga supaya minum manis atau makan manis ini tidak menjadi kebiasaan,” tegasnya.
Berapa Batas Asupan Gula untuk Anak?Meski gula dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Sebab, asupan gula berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
dr. Diana menjelaskan, rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa asupan gula bebas sebaiknya kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Bahkan, menguranginya hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Sebagai gambaran, jika kebutuhan energi anak sekitar 1.400 kalori per hari, maka 10 persen dari kebutuhan tersebut setara dengan 140 kalori. Jika dikonversi menjadi gula, jumlahnya sekitar 35 gram atau kurang lebih tujuh sendok teh gula.
Namun, perlu diingat bahwa batas tersebut mencakup gula bebas dari berbagai sumber, bukan hanya gula yang ditambahkan sendiri ke dalam makanan atau minuman anak.
Konsumsi Gula Anak Masih Perlu DiperhatikanSelain itu, dr. Diana juga menyoroti tingginya konsumsi gula pada anak. Ia menyebutkan bahwa anak usia 1–3 tahun dapat mengonsumsi sekitar 12 sendok teh gula per hari, sedangkan anak usia 4–8 tahun mencapai 21 sendok teh per hari dalam data yang ia paparkan.
Jumlah tersebut perlu dicermati karena gula tidak hanya berasal dari gula pasir yang ditambahkan ke minuman, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai produk makanan dan minuman kemasan.
Orang tua pun sebaiknya mulai membiasakan anak mengonsumsi makanan dengan rasa yang beragam dan tidak terlalu manis. Perhatikan juga label kandungan gula pada produk yang diberikan kepada si kecil ya, Moms.





