Gunung Anak Krakatau Erupsi 5 Kali dalam 6 Jam, Warga Diimbau Tetap Tenang

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami lima kali erupsi pada Senin (19/10/2026) dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Hal itu dilaporkan Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang, Deni Mardiyanto.

“Kondisi hari ini barusan Krakatau mengalami erupsi. Dari kegempaannya, terhitung pukul 06.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB, ada lima kali erupsi, kemudian ada enam kali embusan, 12 kali gempa hibrida, tiga kali vulkanik dangkal, dan lima kali vulkanik dalam,” kata Deni.

Deni mengatakan, hingga saat ini status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati gunung tersebut dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

“Untuk status sampai dengan saat ini masih berada di Level Siaga. Masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsinya,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak aktivitas erupsi sejauh ini masih terbatas di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau, dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

“Untuk dampaknya, sejauh ini masih di dalam radius 5 kilometer, jadi masih di tubuh Anak Krakatau-nya,” tambah Deni.

Sementara itu, pengamatan terhadap sebaran abu vulkanik belum dapat dilakukan secara optimal karena kawasan gunung tertutup kabut. Adapun tinggi erupsi diperkirakan berkisar 100 hingga 500 meter.

“Untuk abu vulkanik, sampai dengan saat ini kami tidak bisa memantaunya karena terhalang oleh kabut. Untuk ketinggian erupsinya kurang lebih sekitar 100 sampai 500 meter,” ujarnya.

Deni mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir Banten, agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi serta arahan dari pemerintah setempat. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Imbauannya kepada masyarakat pesisir Banten tetap tenang, tetap beraktivitas seperti biasanya, jangan terpancing informasi yang tidak benar, selalu mengikuti arahan dari pemerintah setempat, dan mencari informasi yang benar tentang Anak Krakatau melalui kanal resmi Badan Geologi, terutama dari Magma Indonesia,” kata Deni.

Menurut Deni, aktivitas erupsi sejak Sabtu hingga Senin belum terlalu berdampak terhadap masyarakat. Hal itu karena jarak Gunung Anak Krakatau cukup jauh dari wilayah Pasauran, yakni sekitar 47 kilometer.

“Untuk kondisi erupsi dari Sabtu sampai dengan hari ini sendiri artinya tidak terlalu berpengaruh di masyarakat. Karena memang jaraknya cukup jauh, di Pasauran ini kurang lebih sekitar 47 kilometer,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Macron Tetap Lanjutkan Agenda ke Timur Tengah Meski Kerusuhan Terjadi di Prancis
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
BMKG: Awan Cumulonimbus Tersebar di 14 Kawasan Senin 19 Oktober 2026
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Laba Emiten Tumbuh 16,25 Persen di Tengah Koreksi IHSG
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Gol Tunggal Noni Madueke Antar Arsenal Kalahkan Nottingham Forest 1-0
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Dewan Kebudayaan ajak anak muda terlibat dalam pemajuan kebudayaan NTB
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.