Kecerdasan buatan (AI) kian memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari. Jika sebelumnya hanya merespons perintah, AI mulai berkembang menjadi asisten digital yang mampu memahami tujuan, menyusun langkah, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan.
Misalnya, saat kamu meminta AI menyiapkan bahan rapat, teknologi ini dapat membantu mencari informasi dari berbagai dokumen, menyusun agenda, hingga membuat daftar tindak lanjut.
Perkembangan ini pun mengubah cara kita berinteraksi dengan AI. Pengguna tidak lagi harus memberikan instruksi satu per satu, tetapi cukup menentukan tujuan agar AI dapat membantu menjalankan serangkaian tugas untuk mencapainya.
Inilah pendekatan yang dikenal sebagai Agentic AI. Teknologi ini dirancang untuk memahami tujuan, menyusun langkah, memanfaatkan perangkat digital yang tersedia, dan menyesuaikan proses berdasarkan hasil yang diperoleh.
Lantas, apa yang membedakan Agentic AI dengan AI yang selama ini digunakan?
Perbedaan Agentic AI dengan Generative AIGenerative AI fokus untuk membuat konten baru, seperti teks, gambar, audio, video, atau kode. Ketika diminta menyiapkan rencana perjalanan, Generative AI juga dapat menyusun rekomendasi destinasi dan jadwal berdasarkan informasi yang diberikan pengguna.
Sedangkan Agentic AI telah melangkah lebih jauh. Dengan izin yang sesuai, sistem dapat langsung memeriksa kalender, membandingkan pilihan, menyesuaikan rencana dengan anggaran, menyusun agenda, dan meminta persetujuan sebelum menjalankan tindakan tertentu. Generative AI menghasilkan materi yang dibutuhkan, sedangkan Agentic AI mengoordinasikan beberapa langkah untuk mencapai tujuan.
Dari Satu Permintaan Menjadi Rangkaian PekerjaanContoh penerapan Agentic AI dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Di lingkungan kerja, agen AI dapat membantu mencari informasi dari beberapa dokumen, menyusun ringkasan, menyiapkan bahan rapat, lalu membuat daftar tindak lanjut.
Sedangkan bagi kreator, sistem dapat membantu mengelompokkan aset, menyusun konsep, membuat variasi awal, dan mempersiapkan materi untuk ditinjau.
AMD juga telah menerapkan pendekatan agentic di lingkungan internal melalui Universal Agent AMD yang dapat diakses melalui Microsoft Teams. Sistem ini menjadi satu pintu masuk yang akan memahami kebutuhan pengguna lalu mengarahkannya kepada agen khusus untuk bidang seperti IT, HR, dan Finance.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa nilai Agentic AI terletak pada kemampuannya menghubungkan tujuan pengguna dengan sistem dan layanan yang tepat.
Meski mampu bekerja lebih mandiri, Agentic AI tetap membutuhkan kendali manusia. Organisasi perlu menetapkan data apa yang boleh diakses, tindakan apa yang dapat dijalankan otomatis, serta keputusan mana yang harus menunggu persetujuan. Semakin besar kewenangan yang diberikan kepada sistem, semakin penting pula pengawasan, keamanan, dan transparansi prosesnya.
Peran Local AI untuk Pengalaman yang Lebih PersonalSeiring berkembangnya kemampuan AI, muncul pertanyaan lain: apakah seluruh proses AI harus selalu mengandalkan internet dan layanan cloud? Jawabannya, tidak selalu.
Saat ini, sejumlah aplikasi dan model AI sudah dapat berjalan langsung di perangkat melalui teknologi Local AI atau on-device AI. Melalui teknologi ini, pemrosesan AI tertentu dapat dilakukan langsung di laptop tanpa harus selalu mengandalkan pusat data di cloud.
Pemrosesan lokal dapat membantu mengurangi latensi, memungkinkan fitur tertentu tetap digunakan tanpa koneksi internet, dan menjaga data tertentu berada di perangkat.
Manfaat ini tentu relevan untuk pekerjaan yang melibatkan dokumen internal, materi kreatif yang belum dipublikasikan, atau informasi bisnis yang sensitif. Di sisi lain, tingkat privasi tetap bergantung pada aplikasi, model AI, dan pengaturan yang digunakan.
Pada praktiknya, pengalaman Agentic AI dapat menggunakan pendekatan hybrid. Sebagian pekerjaan ditangani langsung pada perangkat, sementara proses yang membutuhkan model atau sumber daya lebih besar tetap menggunakan cloud. Kombinasi ini memberi pengembang dan pengguna pilihan untuk menyesuaikan performa, konektivitas, biaya, dan privasi dengan kebutuhan masing-masing.
CPU, GPU, dan NPU Menjadi Fondasi AI PCPerkembangan AI membuat laptop perlu menangani jenis komputasi yang semakin beragam. AI PC modern menggabungkan CPU, GPU, dan Neural Processing Unit atau NPU, yang memiliki peran berbeda namun dapat saling melengkapi.
• CPU: menangani komputasi umum, logika aplikasi, serta koordinasi berbagai proses yang berjalan pada sistem.
• GPU: unggul dalam pemrosesan paralel untuk kebutuhan grafis, generasi gambar, dan workload AI dengan skala besar.
• NPU: merupakan mesin AI khusus yang dirancang untuk menjalankan workload AI secara efisien, termasuk fitur yang aktif di latar belakang.
Laptop bertenaga AMD Ryzen™ AI menggabungkan ketiga komponen tersebut untuk mendukung pengalaman AI modern. Pembagian workload memungkinkan sistem menggunakan sumber daya yang paling sesuai dengan tugasnya, mulai dari produktivitas sehari-hari dan kreasi konten hingga pemrosesan model AI secara lokal.
Kemampuan perangkat tetap bergantung pada model prosesor, kapasitas memori, aplikasi, serta optimasi software. Oleh karena itu, pemilihan laptop AI sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan dijalankan, bukan hanya berdasarkan satu angka performa.
Dua Laptop AMD Ryzen AI untuk Local AIUntuk menjalankan AI langsung di perangkat, dua laptop berikut dapat dipertimbangkan sesuai tingkat kebutuhan. Performa aktual tetap bergantung pada ukuran model, metode kompresi, aplikasi, dan konfigurasi laptop yang digunakan.
ASUS ROG Flow Z13 2025ASUS ROG Flow Z13 2025 cocok untuk workload Local AI yang lebih berat. AMD Ryzen AI MAX+ 395 memadukan CPU 16-core, grafis AMD Radeon 8060S, dan NPU AMD XDNA hingga 50 TOPS. Dukungan unified memory berkapasitas besar, mulai 32 GB pada konfigurasi tertentu, membuatnya menarik untuk eksperimen local LLM, coding assistant, dan image generation langsung di perangkat.
ASUS Vivobook S14 OLED M5406WAUntuk pengguna yang membutuhkan laptop lebih ringkas, ASUS Vivobook S14 OLED M5406WA menawarkan keseimbangan antara mobilitas dan kemampuan AI. Konfigurasinya menggunakan AMD Ryzen AI 9 365 dengan NPU hingga 50 TOPS, RAM LPDDR5X 24 GB, dan SSD 1 TB. Spesifikasi tersebut dapat mendukung model lokal berukuran kecil hingga menengah, peringkasan dokumen, produktivitas berbasis AI, serta pekerjaan kreatif sehari-hari.
ASUS ProArt GoPro Edition (PX13)Bagi kreator yang membutuhkan kemampuan Local AI untuk pekerjaan visual, ASUS ProArt GoPro Edition (PX13) hadir dengan prosesor AMD Ryzen™ AI Max+ 395, NPU hingga 50 TOPS, dan unified memory 128 GB.
Kapasitas memori yang besar membuatnya menarik untuk menjalankan model AI lokal, image generation, serta pengolahan video beresolusi tinggi. Desain konvertibel 13,3 inci dengan layar OLED 3K, GoPro Hotkey, dan integrasi StoryCube juga mendukung alur kerja kreatif, mulai dari mengelola footage hingga menyiapkan konten untuk proses editing.
Lenovo Legion 7a Gen 11Lenovo Legion 7a Gen 11 menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin menggabungkan gaming, pekerjaan kreatif, dan eksperimen Local AI dalam satu perangkat. Laptop ini menggunakan AMD Ryzen™ AI Max+ 388 dengan CPU 8-core, grafis terintegrasi AMD Radeon™ 8060S, dan NPU hingga 50 TOPS.
Dukungan unified memory 32 GB dan SSD 1 TB memberikan ruang untuk menjalankan model AI lokal berukuran kecil hingga menengah, coding assistant, serta aplikasi kreatif berbasis AI. Layar OLED 15,3 inci turut mendukung pengalaman visual untuk gaming maupun kreasi konten.
Pilihan laptop sebaiknya tetap disesuaikan dengan model AI dan aplikasi yang akan digunakan. Lihat panduan spesifikasi dan rekomendasi laptop untuk Local AI di AMD-ID.com.
Masa depan AI Tetap Membutuhkan Keputusan ManusiaKehadiran Agentic AI membuka cara baru dalam memanfaatkan teknologi untuk aktivitas sehari-hari. Dari membantu mengelola pekerjaan berulang hingga mengoordinasikan proses yang lebih kompleks, AI kini tidak lagi terbatas pada kemampuan memberikan jawaban atas pertanyaan pengguna.
Namun, kemampuan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pengawasan manusia, terutama dalam menentukan tujuan, memastikan ketepatan informasi, dan memberikan persetujuan untuk tindakan penting.
Di sisi lain, perkembangan Local AI dan perangkat bertenaga AMD Ryzen™ AI memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna untuk memanfaatkan AI sesuai kebutuhan, baik melalui pemrosesan langsung di laptop maupun kombinasi dengan layanan cloud.
Manfaat AI pun bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan juga bagaimana manusia mengarahkannya untuk membantu pekerjaan secara lebih efektif.
Pelajari lebih lanjut mengenai pengertian Agentic AI, perbedaannya dengan Generative AI, dan contoh penerapannya di AMD-ID.com di sini.





