Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah pengendalian asap akibat kebakaran hutan dan lahan dengan menyemprotkan water mist (kabut air) kepada sejumlah titik ibu kota. Strategi ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta, mengantisipasi penyebaran asap kebakaran hutan dan lahan dari Sumatera dan Kalimantan sejak Jumat (16/10/2026).
"Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi," kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim) di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Advertisement
Tak hanya kabut air, Pemprov DKI Jakarta juga tengah melakukan penyiapan langkah lain untuk mengantisipasi sebaran asap, seperti melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap menjadi opsi yang disiapkan berkoordinasi dengan instansi terkait, Wakil Gubernur Rano Karno pun menegaskan langkah-langkah ini dilakukan secara berkelanjutan, meski sebaran asap mulai menjauh," ujar Chico.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, terindikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (16/10/2026).
"Memang lapisan tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer dan tidak serta-merta berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat, namun harus tetap waspada,” tutur Chico.




