Jakarta: Pemerintah merampungkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pada tahap awal, fokus prioritas disalurkan ke wilayah Indonesia Timur.
“Sebanyak 480 SPPG di wilayah Indonesia Timur, termasuk 6 Provinsi Papua, kemudian NTT, Maluku,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2026.
Baca Juga :
Gelar Rakor, Menko Polkam Cermati Kondisi Inflasi Nasional hingga Stabilitas di PapuaSebagai tindak lanjut dari pemerataan tahap awal tersebut, pemerintah juga memperluas cakupan layanan. Langkah ini dengan mengaktifkan ratusan titik fasilitas baru secara serentak di wilayah Indonesia Barat.
“Tahap kedua, tahap kedua mulai 14-15 Oktober kemarin sudah diaktivasi 980 SPPG yang baru di wilayah 3T ini, wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Bali,” lanjut Zulkifli.
Setelah merampungkan wilayah luar Jawa, percepatan pembangunan dan aktivasi fasilitas juga terus dilakukan di Pulau Jawa. Penyaluran ini difokuskan pada kawasan yang memiliki banyak pusat pendidikan berasrama dan pondok pesantren besar.
Ilustrasi SPPG. Foto: Dok. Antara.
“Pulau Jawa akan mulai dilaksanakan akhir Oktober ini, minggu keempat. Jadi diperkirakan tanggal 25 lah ya, Pak ya, akhir Oktober ini untuk Pulau Jawa. Terutama pondok dan lain-lain yang banyak,” terang Zulkifli.
Zulkifli menggarisbawahi bahwa seluruh proses pengadaan, pendataan, hingga pembangunan fasilitas ini dikelola secara langsung melalui jalur resmi. Langkah ini tanpa melibatkan pihak ketiga atau perantara.
“Jadi tidak ada perantara, tidak ada makelar ya, langsung data dari pondok langsung BGN, enggak pakai ribet lagi. Lagu lama enggak ada, yang ada lagu baru yang tertib,” tegas Zulkifli.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)




