EtIndonesia.com Baru-baru ini, sebuah restoran di Foshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, memperkenalkan hidangan penutup inovatif berupa “egg tart kecoa air”, dengan seekor serangga air utuh diletakkan di atas kue tart telur. Egg tart dengan penampilan yang tidak biasa ini menjadi sangat populer. Seorang blogger asal Italia bahkan datang khusus untuk mencicipinya, tetapi banyak warganet mengaku tidak berani memakannya.
Restoran Lijing di Foshan, Guangdong, meluncurkan produk bernama “egg tart kecoa air”. Di atas setiap egg tart terdapat seekor serangga air yang digoreng utuh. Harga jualnya adalah 28 yuan RMB untuk tiga buah.
Penampilan egg tart yang tidak biasa ini menarik perhatian di internet. Banyak warganet penasaran dan ingin datang untuk mencicipinya. Namun, ada pula yang secara terang-terangan mengatakan bahwa makanan tersebut “menjijikkan” dan membuat mereka “merinding”.
Pada 16 Oktober, pemilik restoran bermarga Pan mengatakan kepada media Jiupai News bahwa serangga air tersebut juga dikenal sebagai kumbang air (giant water beetle) dan dijuluki “ginseng air”. Serangga ini merupakan bahan pangan tradisional lokal Guangdong. Menurutnya, masyarakat Guangdong telah mengkonsumsi serangga tersebut selama lebih dari seratus tahun.
Harga serangga air ini relatif mahal, yakni sekitar 70–80 yuan per jin (sekitar 500 gram) di pasaran. Pan mengklaim bahwa serangga tersebut memiliki manfaat untuk mengatasi kebiasaan buang air kecil pada malam hari, memperkuat energi ginjal, dan menjaga kecantikan.
Pan mengatakan bahwa dirinya merupakan generasi kedua dalam keluarga yang berkecimpung di bisnis kuliner. Sejak kecil, ia sudah mengenal berbagai bahan pangan tradisional Guangdong. Setelah mulai bekerja, ia secara kebetulan mendapat ide untuk menggabungkan kumbang air dengan egg tart.
Menurut Pan, produk “egg tart kecoa air” mulai dijual pada awal Oktober. Cita rasanya memadukan rasa manis dan asin. Egg tart-nya sendiri bercita rasa manis, sedangkan kumbang air goreng memiliki sedikit rasa asin. Teksturnya, menurut Pan, mirip seperti meletakkan sekeping keripik kentang di atas egg tart.
Pan menjelaskan bahwa proses pembuatannya dimulai dengan menghilangkan bau amis dari kumbang air, kemudian menggorengnya hingga renyah. Suhu minyak harus dikendalikan dengan cermat agar sayap serangga tidak rusak dan penampilannya tetap menarik. Setelah digoreng, kumbang air utuh diletakkan di atas egg tart yang telah dipanggang.
Ia mengatakan bahwa produk tersebut sangat diminati ketika pertama kali diluncurkan. Pelanggan harus mengantri untuk membelinya. Bahkan, ada pelanggan dari provinsi lain yang sengaja datang jauh-jauh untuk membeli produk tersebut. Seorang blogger asal Italia juga datang karena mendengar popularitasnya dan ingin mencicipinya.
“Belakangan ini, rata-rata kami menjual sekitar 20 porsi sehari,” ujar Pan.
Meski demikian, Pan mengakui bahwa bagi konsumen dari luar Guangdong, mengkonsumsi bahan pangan seperti serangga air memang membutuhkan kesiapan mental tersendiri. Namun, menurutnya, banyak pelanggan memberikan tanggapan positif setelah mencicipinya.
Laporan gabungan oleh Luo Tingting / Editor: Wenhui.





