Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat mengatasi ancaman krisis air bersih pascabencana kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit. Bupati Pasuruan telah mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna merehabilitasi total jaringan pipa air bersih masyarakat yang rusak dilalap api.
Kepastian pemulihan infrastruktur vital tersebut diputuskan dalam rapat terbatas bersama relawan, jajaran dinas, dan pemerintah desa di Kantor Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, pada Senin (19/10/2026) siang. Proyek rekonstruksi fisik ditargetkan mulai berjalan pekan depan, sementara pasokan air harian warga didukung penuh melalui armada mobil tangki BPBD.
“Solusi jangka panjangnya adalah perbaikan jaringan pipa air bersihnya, dan sambil menunggu pengerjaan sampai selesai, maka solusi jangka pendek yang kita lakukan ya penyaluran air bersih untuk warga terdampak,” kata Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.
Rusdi memaparkan bahwa material pipa penyalur air yang hancur terbakar nantinya akan diganti menggunakan pipa berbahan besi tebal. Pemilihan material besi ini menjadi langkah preventif agar infrastruktur jaringan air lebih tahan terhadap potensi paparan api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada masa mendatang.
Penanganan tanggap darurat saat ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan harian warga di dua wilayah terdampak parah, yakni Desa Jatiarjo dan Desa Dayurejo. Selain itu, jajaran dinas teknis juga diterjunkan untuk memeriksa kelayakan jalur jaringan air bersih di kawasan Tambaksari.
“Pipanya kita pakai yang besi dengan harapan jika ada kebakaran lagi tetap bisa dipakai karena besi lebih tahan terhadap api. Saya sudah instruksikan untuk BPBD dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi,” tegasnya.
Rusdi menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperketat agar pendistribusian air bersih tidak terkendala jarak maupun medan. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal seluruh proses pemulihan hingga aliran air bersih kembali masuk ke rumah-rumah warga.
Berdasarkan pendataan terbaru di lapangan, total kerusakan jaringan pipa dari sumber mata air menuju tandon penampungan awal dilaporkan mencapai 5,2 kilometer. BPBD Kabupaten Pasuruan memastikan pengiriman bantuan air bersih menggunakan mobil tangki akan terus dilakukan secara intensif selama masa tanggap darurat berlangsung.
“Penyaluran bantuan air bersih kita sesuaikan dengan kebutuhan, nanti kita komunikasikan dengan kepala desa mana yang masih kekurangan air itu yang kita maksimalkan. Distribusi air bersih akan dilakukan selama kondisi darurat masih berlangsung sampai jaringan pipa kembali berfungsi normal,” pungkas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi. (ada/kun)




