Budaya Nusantara Kini Berpeluang Menguasai Ruang Digital

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Budaya Nusantara memiliki peluang semakin besar untuk dikenal masyarakat luas melalui perkembangan teknologi digital. Beragam tradisi, kesenian daerah, kuliner khas, hingga kerajinan lokal kini dapat diperkenalkan melalui media sosial, video pendek, situs web, dan berbagai platform digital. Pemanfaatan teknologi ini membuka kesempatan bagi budaya Indonesia untuk menjangkau generasi muda sekaligus menarik perhatian masyarakat internasional.

Peluang tersebut didukung oleh besarnya jumlah pengguna internet di Tanah Air. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebutkan pada September 2026 bahwa 80,6 persen penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. 

Baca Juga :
Waspada Risiko Digital dalam Trading, Ini 7 Ancaman yang Bisa Bikin Modal Hilang
Dari Simulasi hingga Backtesting, Begini Cara Menguji Strategi Trading di Era Digital

Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperluas penyebaran konten budaya dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

1. Media Digital Membuka Jalan bagi Budaya Lokal

Dahulu, pengenalan budaya daerah banyak bergantung pada pertunjukan langsung, festival, museum, atau kegiatan pendidikan. Kini, dokumentasi digital memungkinkan masyarakat menikmati kekayaan budaya tanpa harus datang langsung ke lokasi asalnya.

Tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, upacara adat, hingga proses pembuatan batik dapat dikemas menjadi video informatif yang mudah dibagikan. Konten semacam ini berpotensi menjangkau penonton dari berbagai wilayah, bahkan luar negeri.

Meski demikian, popularitas di internet tidak terbentuk secara otomatis. Kreator perlu menyajikan informasi yang menarik, menggunakan visual berkualitas, serta menjelaskan latar belakang tradisi agar penonton tidak hanya menikmati tampilannya, tetapi juga memahami maknanya.

2. Generasi Muda Berperan Penting dalam Pelestarian Budaya

Generasi muda memiliki kesempatan besar untuk menjadi penghubung antara tradisi dan teknologi modern. Mereka dapat memanfaatkan media sosial untuk menceritakan sejarah daerah, mengenalkan bahasa lokal, mendokumentasikan kesenian tradisional, hingga membuat film pendek tentang kehidupan masyarakat adat.

UNESCO, dikutip VIVA Senin, (19/10/2026) turut mendorong pendekatan penceritaan digital dalam pelestarian warisan budaya takbenda. Dalam program yang melibatkan anak muda di Indonesia dan Timor-Leste, video digunakan untuk mendokumentasikan tradisi serta memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa teknologi bukan sekadar sarana hiburan. Jika digunakan secara tepat, teknologi dapat membantu merekam pengetahuan tradisional yang berisiko terlupakan dan membuatnya lebih mudah dipelajari oleh generasi berikutnya.

Baca Juga :
Dari Analisis hingga Deteksi Penipuan, Ini 5 Peran AI dalam Perkembangan Aset Digital
IHSG di Balik Layar Digital: Mengenal Peran Data, Algoritma, dan Teknologi dalam Pasar Saham Tanah Air
IHSG Anjlok 8 Persen dan Rupiah Menembus Rp18.021, Ini Pelajaran Penting Tentang Keuangan di Era Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SDN Jambean 02 Pati dan SD Unggulan Muslimat NU Juara MLSC Kudus Seri 1 2026/27
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Sama-sama Produk Terbaru Apple, iPhone Duo Rp36 Juta Justru Kalah Canggih dari iPhone 18 Pro soal Kamera
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Tok! Bahlil Naikkan Stok Cadangan BBM di Bali Jadi 15 Hari
• 48 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Video: Konferensi Pers Realisasi Investasi Q4-2024 - Q3-2026
• 13 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Rusia Mulai Kirim Minyak ke Pasar Global usai Capai Kesepakatan dengan Trump
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.