Berlin: Pemerintah Jerman mengecam serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap diplomat Eropa dan seorang fotografer berita asal Amerika Serikat (AS) di Tepi Barat, seraya mendesak penyelidikan atas insiden tersebut.
“Menurut saya, secara prinsip, tentu kita harus menyatakan bahwa serangan terhadap diplomat—dan hal ini juga berlaku bagi jurnalis—patut dikecam. Laporan mengenai kejadian akhir pekan lalu ini mengkhawatirkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Kathrin Deschauer dalam konferensi pers di Berlin, Senin, 19 Oktober 2026.
“Kami bergabung dengan seruan pihak Eropa agar penyelidikan dilakukan,” tambahnya, seperti dikutip dari Anadolu.
Deschauer juga menyampaikan solidaritas kepada para diplomat Eropa yang menjadi sasaran serangan.
Insiden penyerangan terjadi pada akhir pekan lalu di dekat Kota Taybeh, sebelah timur Ramallah, Tepi Barat. Saat itu, sebuah delegasi Uni Eropa (UE) tengah melakukan kunjungan di kawasan tersebut selama musim panen zaitun.
Delegasi itu mencakup konsul Prancis dan Belgia, seorang perwakilan Polandia, serta sejumlah pejabat Gereja Katolik.
Sejumlah pemukim Israel bertopeng menghadang anggota delegasi tersebut. Dalam insiden itu, salah satu kaca kendaraan konsuler Belgia dilaporkan pecah.
Serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka juga dilaporkan meningkat selama musim panen zaitun, yang dimulai pada awal bulan ini.
Baca juga: UE Kecam Keras Serangan Pemukim Israel terhadap Diplomat Eropa di Tepi Barat




