REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) meraih penghargaan kategori Upcycling Materials Innovation dalam ajang ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Republika di Jakarta pada Senin (19/10/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, dan diserahkan oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard bersama Direktur Republika Rangga Danu Prasetyo.
Baca Juga
Proyek Kampung Haji, Danantara Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah
Program MAS JOS Raih ESG Now Awards, Wali Kota: Selanjutnya Bersihkan Sungai
Pemkot Banda Aceh Raih Penghargaan ESG Now Berkat Inovasi Qanun Pengelolaan Sampah
Penghargaan ini diberikan atas inovasi PELNI dalam mengolah limbah life jacket yang telah memasuki akhir masa pakainya menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah. Melalui program Upcycle Life Jacket, PELNI mengembangkan pemanfaatan kembali material bekas sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan perusahaan.
Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PELNI untuk terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi lingkungan. Melalui program Upcycle Life Jacket, kami berupaya mengubah material yang sebelumnya menjadi limbah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Budi.
Melalui program tersebut, PELNI mengolah life jacket bekas menjadi berbagai produk, di antaranya sepatu yang hingga 70 persen komponennya berasal dari material daur ulang serta tote bag yang diproduksi dengan memanfaatkan kembali 100 unit life jacket menjadi 50 produk baru. Secara keseluruhan, produk yang dihasilkan dari program ini mengandung sekitar 71 persen material hasil pemanfaatan limbah life jacket.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan material bekas tersebut turut memberikan dampak terukur. Untuk setiap pasang sepatu daur ulang, PELNI memanfaatkan 227 gram material bekas yang berkontribusi pada pencegahan emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq serta penghematan penggunaan air sebesar 755,56 liter dibandingkan dengan proses produksi konvensional.
Budi menambahkan bahwa PELNI akan terus mendorong inisiatif keberlanjutan yang dapat diterapkan secara nyata dan memberikan dampak jangka panjang. Menurutnya, pengelolaan limbah melalui inovasi daur ulang merupakan salah satu langkah untuk membangun praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami meyakini keberlanjutan perlu diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan. PELNI akan terus membuka peluang inovasi dalam pemanfaatan kembali material sehingga dapat mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk yang bermanfaat. Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung ekonomi sirkular di Indonesia,” kata Budi.
Melalui program Upcycle Life Jacket, PELNI terus memperkuat komitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inovasi yang mendukung pengurangan limbah, efisiensi sumber daya, dan penciptaan nilai tambah bagi lingkungan.