Tak Cukup Hanya Bisa Pakai AI, Mahasiswa Indonesia Kini Disiapkan Hadapi Persaingan Dunia Kerja

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa, termasuk untuk membantu menyelesaikan tugas kuliah. Namun, kemampuan menggunakan teknologi tersebut belum tentu sejalan dengan keterampilan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Penggunaan AI yang masih terbatas pada fitur dasar menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kompetensi digital. Mahasiswa dinilai membutuhkan pembelajaran lebih terarah agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan baru dalam pendidikan tinggi, terutama untuk mempersiapkan lulusan menghadapi perubahan kebutuhan industri. Penguasaan AI tidak lagi sebatas kemampuan menjalankan aplikasi, tetapi juga memahami penerapannya dalam pekerjaan.

Kebutuhan tersebut sejalan dengan perkembangan pasar tenaga kerja global yang semakin mengandalkan keterampilan teknologi. Perusahaan juga dituntut menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan akibat transformasi digital.

Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, keterampilan AI dan big data diperkirakan menjadi salah satu kemampuan yang paling cepat meningkat kebutuhannya hingga 2030. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya peningkatan kompetensi teknologi, baik bagi mahasiswa maupun pekerja.

Menjawab tantangan tersebut, Sophia Training and Consulting, i3L University, dan EduMark menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan pendidikan serta pelatihan AI di Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diumumkan pada Senin (19/10/2026).

Melalui kesepakatan tersebut, materi pembelajaran AI yang dikembangkan Sophia direncanakan akan diintegrasikan ke dalam program pendidikan i3L University. Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas kesempatan mahasiswa dan tenaga kerja memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Program yang disiapkan tidak hanya memperkenalkan penggunaan perangkat AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk menyelesaikan persoalan pekerjaan. Kemampuan meningkatkan produktivitas, mengolah informasi, dan mendukung pengambilan keputusan menjadi bagian dari fokus pembelajaran.

Selain mahasiswa, kolaborasi ini turut menyasar kalangan profesional yang ingin meningkatkan kemampuan di tengah perubahan teknologi. Pelatihan AI juga direncanakan dapat ditawarkan kepada perusahaan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi karyawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dudung Ungkap Tawaran Malaysia dan Singapura Tangani Kebakaran Hutan
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
4 Jenazah Suporter PSS Sleman Dipulangkan, Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Senasib dengan RI, Kabut Asap juga Selimuti Negara Ini
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Riwayat Sakit Kamaruddin Simanjuntak Sebelum Tutup Usia
• 2 jam laludetik.com
thumb
Demi Nikah Lagi, Istri di Bengkulu Buat Surat Keterangan Kematian Palsu Suami
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.