Masyarakat Dinilai Perlu Diedukasi Bahaya Mendekati Karhutla

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Edukasi bagi masyarakat guna menghindari area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai penting. Hal ini demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Masyarakat perlu mendapatkan edukasi agar tidak memasuki area kebakaran yang berbahaya tanpa kemampuan dan perlindungan yang sesuai,” ujar anggota Komisi IV DPR Daniel Johan dikutip melalui keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

Pipa Air Terdampak Kebakaran Lereng Gunung Arjuno Diperbaiki

Pernyataan tersebut disampaikan Daniel menyusul tragedi Karhutla yang kembali menelan korban jiwa, baik di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, maupun di Kalimantan. Insiden di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebelumnya menewaskan empat petugas dan relawan yang terdiri atas dua relawan Menggala Api dan dua petugas Balai Besar TNBTS (BB TNBTS) akibat terjebak kobaran api di tengah medan yang sulit.

“Kita kembali berduka atas hilangnya nyawa para petugas dan relawan akibat kebakaran hutan dan lahan, termasuk yang baru terjadi beberapa hari lalu di kawasan Bromo. Kami turut merasakan kesedihan keluarga yang ditinggalkan,” kata Daniel.


Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. Foto: ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS

Selain di Bromo, karhutla juga merenggut nyawa seorang warga lanjut usia bernama LJ, 60, di Samarinda, Kalimantan Timur, yang berupaya memadamkan api secara mandiri untuk melindungi permukiman, serta seorang balita yang diduga mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat.

Daniel menilai, inisiatif warga untuk membantu memadamkan api lahir dari kepedulian lingkungan. Namun hal tersebut sangat berbahaya jika dilakukan tanpa pelatihan, perlengkapan pelindung, dan peralatan yang memadai.

“Ketika api membesar atau bergerak tidak terkendali, prioritas utama adalah menyelamatkan diri, menjauh dari jalur rambatan api, dan segera menghubungi petugas,” papar Daniel.

Lebih lanjut, Daniel mendorong Kementerian Kehutanan bersama pengelola kawasan untuk meninjau kembali penugasan pada sektor berisiko tinggi dan memperketat standar keselamatan operasi. Sekaligus memastikan manajemen risiko dan jalur evakuasi yang jelas bagi setiap tim di lapangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Airlangga Sebut Politik, Ekonomi, Sosial Relatif Stabil
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Targetkan Implementasi Awal 2027, Pemerintah Dorong Percepatan Penandatanganan IEU-CEPA
• 26 menit laludisway.id
thumb
Pramono Pastikan Anggaran Beasiswa LPDP Jakarta Rp 100 Miliar Masuk APBD
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Di Hadapan Klub Jerman, Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks Heran Monchengladbach Bisa Kalah 6 Kali Beruntun dan Jadi Juru Kunci
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
35 Tahun Kemitraan, McDonald s Indonesia Dorong Pemasok Lokal Naik Kelas-Perluas Lapangan Kerja
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.