Kutai Timur: Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat keluar rumah. Imbauan ini disampaikan guna menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Kami terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala di tengah kondisi udara yang masih berubah-ubah, meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati, dilansir Antara, Senin, 19 Oktober 2026.
Berdasarkan catatan Dinkes Kutim, jumlah kasus ISPA selama periode Juli–September 2026 mencapai 14.014 kasus. Angka tersebut meningkat dari 3.973 kasus pada Juli, menjadi 4.595 kasus pada Agustus, dan mencapai 5.446 kasus pada September.
Baca Juga :
Sekolah di Kaltim Diberi Opsi Terapkan PJJ Imbas Kabut Asap Karhutla"Kenaikan ini perlu perhatian khusus, terutama pada kelompok balita yang menyumbang lebih dari separuh kasus rawat inap," ujar Yuwana.
Data Dinkes Kutim menunjukkan dari 168 kasus ISPA yang memerlukan rawat inap selama periode tersebut, sebanyak 108 kasus atau 64,3 persen dialami anak berusia di bawah lima tahun. Kasus ISPA pada balita juga meningkat dari 1.054 kasus pada Juli menjadi 1.521 kasus pada September.
Peningkatan juga terjadi pada kelompok usia lainnya. Kasus pada anak usia 5–14 tahun naik dari 498 menjadi 994 kasus, sedangkan kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas meningkat dari 156 menjadi 241 kasus.
Meski tren bulanan menunjukkan peningkatan, Dinkes Kutim mencatat perkembangan yang lebih baik dalam pemantauan mingguan sejak pertengahan September. Jumlah kasus turun dari 1.278 kasus pada minggu ke-37 menjadi 1.012 kasus pada minggu ke-40.
Yuwana mengingatkan, penurunan kasus mingguan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan risiko ISPA telah berlalu. Masyarakat tetap diminta menerapkan langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati. ANTARA/HO-Prokutim
Dinkes mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas luar bagi balita dan lansia ketika kualitas udara memburuk, serta memenuhi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
Selain ISPA, masyarakat juga diminta mewaspadai risiko diare dan dehidrasi yang dapat meningkat akibat dampak fenomena El Niño yang belum sepenuhnya berlalu. Yuwana menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun, sebagai upaya melindungi keluarga selama masa peralihan musim.




