Wamendiktisaintek Stella Christie Ingatkan Mahasiswa Tak Bergantung pada AI demi Menjaga Kemampuan Berpikir

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengajak seluruh perguruan tinggi memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai tujuan utama pendidikan tinggi agar tidak bergantung pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.

Ajakan tersebut disampaikan Stella saat berada di Auditorium Gedung Pandhita Majapahit, Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin.

Stella menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar sarana memperoleh gelar akademik atau menyelesaikan kewajiban perkuliahan, melainkan proses mendalami ilmu pengetahuan sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengajak mahasiswa mengevaluasi apakah penggunaan AI dalam kegiatan akademik benar-benar meningkatkan kemampuan individu atau justru menghambat pencapaian tujuan pendidikan.

"Yang harus dilakukan perguruan tinggi adalah tentang apa tujuan berkuliah dan apakah penggunaan AI untuk apapun, baik tugas, belajar, maupun meringkas membuat individu bisa lebih mencapai atau mundur dari tujuannya," kata Stella.

Stella Christie Ingatkan Mahasiswa agar Tidak Menjadikan AI sebagai Jalan Pintas

Stella menekankan pentingnya pembahasan secara mendalam mengenai penggunaan AI di lingkungan perguruan tinggi untuk memastikan teknologi tersebut benar-benar mendukung proses pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh mengurangi proses pendalaman ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan belajar, diskusi, maupun pembelajaran langsung di ruang kelas.

Kemudahan yang ditawarkan AI, menurut Stella, juga tidak seharusnya membuat mahasiswa bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut untuk menyelesaikan berbagai aktivitas akademik.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menggunakan AI sebagai jalan pintas untuk mengerjakan tugas atau memperoleh nilai tinggi tanpa memahami materi yang dipelajari.

Stella menilai kemampuan memahami, menguasai, dan menerapkan pengetahuan secara mandiri tetap menjadi hal utama yang harus dimiliki mahasiswa, termasuk ketika tidak memiliki akses terhadap AI.

"Jadi yang perlu dipertanyakan kalau AI tidak ada di sekitarnya, apakah kemampuannya tetap ada?," ucapnya.

Oleh karena itu, Stella meminta perguruan tinggi terus memperkuat perannya sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam menciptakan, mentransmisikan, dan melakukan kurasi ilmu pengetahuan.

Ia meyakini universitas memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan perkembangan AI selama mampu merumuskan strategi pendidikan yang tepat.

Keyakinan tersebut turut didasarkan pada sejarah perkembangan AI yang memiliki hubungan erat dengan dunia akademik, termasuk kegiatan ilmiah di Dartmouth pada 1956 yang menjadi salah satu tonggak kelahiran bidang kecerdasan buatan.

"Yang paling mampu menghadapi ini universitas, kenapa? AI itu lahir dari Darmouth (Darmouth University) pada 1956, sehingga saya merasa universitas pasti mampu menghadapi itu dengan strategi yang tepat," ujar dia.

Rektor Universitas Brawijaya Sebut AI Tidak Akan Menggantikan Peran Perguruan Tinggi

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI tidak akan menghilangkan fungsi utama perguruan tinggi sebagai lembaga penghasil dan penyebar ilmu pengetahuan.

Menurutnya, universitas tetap memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman, mengembangkan kemampuan, serta membentuk kompetensi mahasiswa melalui proses pendidikan yang berkelanjutan.

Widodo membandingkan kehadiran AI dengan kemunculan kalkulator pada masa awal penggunaannya yang kemudian diterima sebagai alat bantu manusia dalam melakukan perhitungan.

Melalui perbandingan tersebut, ia menilai AI seharusnya diposisikan sebagai teknologi pendukung aktivitas manusia, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir maupun penguasaan ilmu pengetahuan.

Widodo juga mengingatkan bahwa kemampuan AI sangat bergantung pada ketersediaan pengetahuan yang dihasilkan manusia melalui penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

"Perlu diingat bahwa AI bahan bakarnya adalah pengetahuan, kalau orang berhenti membuat pengetahuan maka AI tidak pintar," ucapnya.

Universitas Brawijaya Terapkan Pemindaian Skripsi untuk Awasi Penggunaan AI

Dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan, Universitas Brawijaya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengontrol dan mengarahkan pemanfaatan AI secara bijak di lingkungan akademik.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem pemindaian terhadap karya ilmiah mahasiswa guna mendeteksi kemungkinan plagiarisme maupun keterlibatan AI dalam proses penyusunannya.

Pengawasan tersebut terutama diterapkan pada karya ilmiah berupa skripsi dan publikasi akademik sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas serta integritas kegiatan pendidikan dan penelitian.

"Khususnya skripsi maupun membuat publikasi sekarang dipindai untuk mengetahui ada atau tidaknya plagiarisme dan keterlibatan AI," tuturnya.

Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari strategi Universitas Brawijaya dalam menghadapi perkembangan AI tanpa mengesampingkan pentingnya kemampuan akademik mahasiswa.

Stella Christie dan Prof. Widodo sama-sama menekankan bahwa perguruan tinggi harus mempertahankan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan memastikan AI digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mandiri dan penguasaan keilmuan mahasiswa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Minta KSP Listyo Kawal Program Prioritas
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Cabai Merah dan Rawit di Aceh Barat Melonjak hingga Rp85 Ribu per Kg, Pemkab Siapkan Operasi Pasar
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Tampang Bharada Andika Pelaku Penembakan Bharatu Valdo
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Survei PPI: Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Capai 65,4%
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Minuman Terbaik untuk Atasi Migrain
• 19 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.