Jakarta: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menegaskan reformasi Dewan Keamanan (DK) PBB merupakan keharusan untuk membangun sistem multilateral yang lebih efektif dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
“Reformasi Dewan Keamanan adalah suatu keharusan jika kita ingin memiliki instrumen multilateral yang efektif di bidang perdamaian dan keamanan,” kata Guterres dalam sambutannya pada forum Foreign Policy Circle Talks bertajuk “Eight Decades of the United Nations: What’s Next?” di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Senin, 19 Oktober 2026.
Guterres mempertanyakan apakah komposisi Dewan Keamanan PBB saat ini telah mencerminkan kondisi dunia. Ia menilai pengaruh negara-negara berkembang belum terwakili secara memadai dalam lembaga internasional.
“Apakah komposisi Dewan Keamanan saat ini mencerminkan dunia sebagaimana adanya? Jelas tidak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti situasi ketika anggota tetap Dewan Keamanan PBB justru memulai perang tanpa menghormati hukum internasional.
“Sayangnya, terkadang kita melihat anggota tetap Dewan Keamanan sendiri memulai perang tanpa menghormati hukum internasional,” kata Guterres.
Menurut dia, kondisi tersebut membatasi kemampuan PBB dalam mendorong perdamaian dan keamanan internasional. Karena itu, reformasi diperlukan agar lembaga tersebut dapat menjalankan mandatnya secara lebih efektif.
Guterres menekankan bahwa dunia membutuhkan sistem multilateral yang lebih efektif, representatif, dan mampu memberikan hasil nyata di tengah meningkatnya persaingan geopolitik serta berbagai tantangan global.
Ia menyerukan penguatan kerja sama internasional agar hukum internasional dapat ditegakkan dan perdamaian tidak terus terhambat oleh penggunaan kekuatan.
Baca juga: Menlu Tata Tegaskan Reformasi PBB sudah Mendesak demi Hadapi Tantangan Global




