Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Senin (19/10) waktu setempat. Kenaikan terjadi seusai investor kembali memburu saham-saham teknologi setelah aksi jual besar-besaran pada pekan lalu.
Indeks S&P 500 naik 0,4%, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,11% ke level 26.430 ditopang oleh saham-saham teknologi. Saham Nvidia naik 1,4%, sementara Tesla melonjak 3,8%. Saham Alphabet juga menguat sekitar 1%. Sementara itu Dow Jones terkoreksi 0,07% ke level 51.966.
Pekan lalu, saham-saham teknologi mengalami aksi jual besar-besaran yang turut menekan pasar Wall Street. Tekanan tersebut dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor soal perusahaan-perusahaan teknologi meminjam terlalu banyak dana untuk membiayai pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
“Perbaikan sentimen terhadap prospek teknologi modern membuat Wall Street bisa sedikit bernapas lega. Para pelaku pasar mulai mengurangi posisi lindung nilai setelah biaya perlindungan terhadap volatilitas melonjak selama perdagangan intraday pada Jumat, menjelang aksi jual yang semakin intensif,” kata ekonom senior di Interactive Brokers, Jose Torres, dikutip dari CNBC, Selasa (20/10).
Saham CoreWeave yang anjlok lebih dari 25% pada pekan lalu, mencoba bangkit dari sebagian kerugiannya setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasi saham tersebut menjadi buy atau beli. Namun, penguatan pada awal perdagangan tidak bertahan lama dan saham CoreWeave ditutup sedikit melemah.
Pada Selasa (20/10) ini, investor akan mencermati sejumlah laporan kinerja keuangan perusahaan. United Airlines dijadwalkan merilis laporan keuangannya setelah penutupan perdagangan, sedangkan General Motors akan melaporkan kinerjanya sebelum pasar dibuka.
Pekan ini menjadi periode yang padat dengan rilis laporan keuangan. Sekitar 70 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan mereka.




