VIVA – Kabar baik datang dari kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes. Bek Sassuolo tersebut dikabarkan telah menjalani pemulihan cedera di Amsterdam dan dijadwalkan kembali ke klubnya pada pekan ini.
Informasi itu diungkap melalui akun Instagram pusat fisioterapi Fysiomed Amsterdam, @fysiomed.amsterdam. Dalam unggahan tersebut, Jay terlihat menjalani sejumlah latihan untuk memulihkan kondisi fisiknya, mulai dari latihan gerak hingga penguatan di pusat kebugaran.
"Dalam beberapa pekan terakhir, Jay Idzes melatih pemulihannya di @fysiomed.amsterdam. Minggu ini, dia akan kembali ke @sassuolocalcio! Semoga beruntung, Jay!" tulis akun tersebut.
Kabar ini menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia yang berpotensi kembali diperkuat sang kapten pada agenda FIFA Matchday November 2026.
Jay sebelumnya mengalami cedera otot ketika Sassuolo mengalahkan Juventus di Mapei Stadium. Kondisi tersebut membuat bek berusia 26 tahun itu absen dalam tiga pertandingan bersama klub Italia tersebut.
Cedera itu juga memaksanya melewatkan FIFA ASEAN Cup 2026, ketika Timnas Indonesia sukses keluar sebagai juara. Kehadiran Jay tentu menjadi tambahan penting bagi lini belakang skuad Garuda jika kondisinya sudah benar-benar pulih.
Meski demikian, peluang Jay tampil pada FIFA Matchday mendatang masih bergantung pada perkembangan pemulihannya setelah kembali ke Sassuolo.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani dua pertandingan uji coba pada periode FIFA Matchday 9-17 November 2026. Salah satu lawan yang telah diagendakan adalah Yordania.
Pertandingan tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Internasional Amman, Yordania, pada 13 November 2026. Satu laga lainnya juga diarahkan untuk digelar di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya menjelaskan bahwa pemilihan lawan dan lokasi pertandingan merupakan bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027. Timnas Indonesia diharapkan bisa beradaptasi dengan kondisi pertandingan tandang di kawasan tersebut.
"Yang pasti opsinya away karena memang dari coach John ingin mempersiapkan buat Piala Asia. Coach ingin main di Timur Tengah untuk mulai merasakan atmosfer, udara dan lain-lain, termasuk logistik hingga kelelahan saat melakoni away," kata Erick.
Namun, rencana pertandingan di kawasan Timur Tengah masih perlu mempertimbangkan situasi keamanan. PSSI terus menjalin komunikasi dengan Yordania dan negara lain yang berpotensi menjadi lawan Timnas Indonesia.





