Jakarta, tvOnenews.com- Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuahkan hasil. Sebab jumlah hotspot secara nasional kembali menunjukkan penurunan.
Dalam keterangan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dijelaskan data pemantauan SiPongi hingga Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 270 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.
Diketahui jumlah tersebut turun 84 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 354 hotspot.
Kemenhut saat ini memfokuskan pada pemadaman di lapangan, penguatan operasi udara, penyediaan sumber air, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih terdampak kebakaran dan asap.
- Antara
Berikut rincian, hotspot Karhutla yang turun 84 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 354 hotspot.
Pada enam provinsi prioritas karhutla, jumlah hotspot turun dari 177 menjadi 125 titik, atau berkurang 52 titik, dengan rincian:
• Kalimantan Tengah: 92 titik, naik dari 19 titik
• Kalimantan Barat: 22 titik, turun dari 24 titik
• Sumatera Selatan: 9 titik, turun dari 132 titik
• Kalimantan Selatan: 2 titik, sebelumnya nihil
• Jambi: 0 titik, turun dari 2 titik dan
• Riau: 0 titik, tetap nihil hotspot high confidence.
"Penurunan secara nasional menjadi perkembangan yang perlu terus dijaga. Namun Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kondisi setiap wilayah berbeda," bunyi keterangan dalam laman kemenhut, Selasa (20/10/2026).
Sejauh ini Kementerian Kehutanan bersama BMKG dan TNI melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca pada 16-25 Oktober 2026 untuk mendukung penanganan karhutla dan mengurangi konsentrasi asap.
Untuk diketahui, OMC menggunakan dry ice untuk membantu melemahkan lapisan inversi atmosfer yang menyebabkan asap tertahan di dekat permukaan. Jika kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan hujan, operasi bisa dikombinasikan dengan penyemaian natrium klorida atau NaCl.
Sehuhungan dengan karhutla, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan saat ini Polri telah mengidentifikasi 97 perusahaan yang terlibat kasus pembakaran hutan dan lahan di Indonesia.
"Ada 97 perusahaan secara keseluruhan (yang teridentifikasi) baik di sekitar Kalimantan, Pulau Sumatra. Ini yang sudah proses hukum selanjutnya," kata Dudung saat jumpa pers di kantor Menko Polkam, dikutip dari Antara.
Disebutkan juga bahwa temuan 97 perusahaan itu merupakan hasil dari laporan yang diterima di setiap satuan kepolisian di daerah dan pusat.




