JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghormati aksi Greenpeace yang membentangkan spanduk berisi kritik untuk pemerintah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Oktober 2026, pagi.
Pramono mengatakan, aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.
Politikus PDI Perjuangan itupun memberikan apresiasi terhadap aksi yang dilakukan oleh kelompok Greenpeace tersebut.
BACA JUGA:Kota Tangsel Targetkan 108 Pos Gizi pada 2029, Kasus Stunting Jadi Perhatian
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi,” kata Pramono di Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Meski demikian, Pramono mengingatkan agar aksi tersebut tidak sampai mengganggu ketertiban umum di kawasan Bundaran HI.
Dengan begitu, Pramono berharap agar sapnduk itu segera diturunkan agar tidak mengganggu ketertiban umum.
“Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan segera untuk turun karena kalau tidak kan kalau ada apa-apa nanti, jangan sampai ketertiban kita terganggu,” ujarnya.
Adapun aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah di Patung Selamat Datang, Bundaran HI.
BACA JUGA:BEM UI Demo Hari Ini di Jakarta, Ini Pilihan Jalan Alternatif yang Bisa Dilewati
Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Melalui aksi tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim yang dinilai semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Bencana makin parah, hidup makin susah, apa kerja pemerintah?” bunyi pesan dalam spanduk yang dibentangkan di Patung Selamat Datang, Bundaran HI.
Saat ini spanduk berwarna kuning yang berisi kritik terhadap pemerintah tersebut telah diturunkan oleh aparat berwenang.





