PRANCIS – Kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah di Prancis berujung pada penangkapan lebih dari 2.300 orang. Kementerian Dalam Negeri Prancis juga melaporkan hampir 1.000 polisi dan anggota gendarmerie terluka dalam demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu 17 Oktober 2026.
Korban luka juga berjatuhan dari kalangan demonstran. Salah seorang peserta aksi bahkan dilaporkan kehilangan tangan akibat terkena granat pengendali massa yang dilemparkan polisi.
Demonstrasi besar-besaran itu melibatkan mahasiswa yang menuntut perbaikan kondisi pendidikan, serta warga yang memprotes tingginya biaya hidup dan buruknya pelayanan publik.
Pejabat kepolisian Nunez mengakui aparat kehilangan kendali di sejumlah lokasi selama aksi berlangsung. “Pada hari Sabtu di beberapa kota besar, Anda tidak bisa menatap mata para pemilik toko setelah ratusan toko dijarah dan mengatakan kepada mereka bahwa kami belum kehilangan kendali,” katanya, melansir Aljazeera, Selasa (20/10/2026).
Nunez juga mengakui kurangnya antisipasi dalam pengerahan aparat keamanan. Menurut dia, jumlah personel yang disiagakan tidak memadai untuk menghadapi besarnya massa perusuh dan penjarah yang bergerak di sekitar lokasi demonstrasi.
Sejumlah wali kota dari kota-kota besar di Prancis pun turut mendesak pemerintah memberikan penjelasan mengenai persiapan pengamanan yang dinilai tidak memadai. Nunez memperkirakan sekitar 60.000 personel penegak hukum dikerahkan di seluruh Prancis pada hari demonstrasi. Sementara itu, sekitar 350 orang ditangkap di Paris pada Minggu 18 Oktober dan sepanjang malam.




