Permudah Pebisnis RI ke Luar Negeri, Imigrasi Digitalisasi Layanan Kartu APEC

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) melakukan digitalisasi layanan kartu APEC Business Travel Card (ABTC). Digitalisasi dilakukan untuk mempermudah perjalanan pebisnis asal Indonesia ke luar negeri.

"Bahwa kegunaan kartu APEC ini untuk mempermudah pergerakan daripada pebisnis internasional khususnya Indonesia karena kita salah satu anggota APEC dan ini berlaku di kawasan Asia-Pasifik," kata Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko seusai sosialisasi tentang KPP APEC di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Hendarsam memaparkan tercatat ada 1.814 pebisnis yang sudah menggunakan kartu tersebut. Mereka yang memiliki kartu APEC mendapat fasilitas berbeda dalam pelayanan keimigrasian.

"Ketika menggunakan kartu APEC, salah satu contohnya dia tidak harus mengantre, jadi bisa menggunakan fast track. Kemudian juga ini dari sisi efektivitas waktu kami dan juga tentunya psikologis, bayangkan kalau mengantre sampai 4 jam bagaimana seorang pebisnis itu masalah ketepatan waktu on time, ini sangat menunjang performa di antara mitra bisnisnya," ujarnya.

Baca juga: Trump Sebut 'Prancis Terbakar', Anggap Negara Itu Hancur Akibat Imigrasi

Hendarsam ingin ke depan akses pebisnis bepergian ke luar negeri bisa lebih mudah. Khususnya pebisnis asal Indonesia.

"Ada yang perlu kita kedepankan ke depannya bahwa tidak hanya kita ingin memperluas kita ingin memperluas para berbisnis nasional untuk mendapatkan kartu ini. Bagaimana akses terhadap penggunaan kartu APEC yang bisa benar-benar gampang untuk didapatkan," ujarnya.

Dengan digitalisasi, Hendarsam yakin urusan keimigrasian bagi pebisnis akan lebih mudah. Hendarsam juga ingin laman resmi Imigrasi untuk mendaftar lebih mudah diakses.

"Kita menggunakan digitalisasi tentunya tidak manual lagi sebagaimana tadi saya sudah sampaikan bahwa digitalisasi itu paradigmanya harus makin mempermudah. Ya kita inginkan bahwa untuk pengajuan kartu APEC ini menggunakan digital ada website-nya tapi harus user friendly. Kami juga dengan tangan terbuka apabila nanti ada saran atau kritik terkait dengan masalah meng-apply-nya itu mungkin tidak mudah dengan tangan terbuka kita untuk mengkoreksi diri," imbuhnya.




(dek/rfs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia dan Inggris Kembangkan Pengolahan Sampah Organik di Unhas, Hasil Riset Akan Diterapkan di Sulsel
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Kemenag: AI Bukan Pengganti Kiai, Hanya Alat Penguat Pesantren
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Singapura Bertekad Lawan Perusahaan Penyebab Karhutla, Puji Ketegasan Prabowo
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Eks Napiter Pembakar Warung Babi Sukoharjo Ditangkap, Serang Polisi Pakai Parang
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Mengapa Nilai Rupiah Bisa Naik-Turun? Ini Penjelasannya
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.