IHSG Melonjak 4,18 Persen ke 5.201, Analis Sebut Reformasi BEI Masih Diuji

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (20/10). Penguatan ini dinilai menjadi sinyal awal positif bagi pasar saham.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, mengatakan penguatan IHSG menunjukkan langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mendapat respons positif dari pelaku pasar.

Namun, kenaikan tersebut juga berpotensi dipengaruhi aksi beli kembali pada saham-saham berkapitalisasi besar setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.

“Namun, kenaikan ini belum bisa langsung diartikan bahwa kebijakan HSC sudah sepenuhnya efektif memulihkan kepercayaan investor,” kata Elandry kepada kumparan, Selasa (20/10).

Dari sisi saham, Elandry menyebut saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI jadi salah satu penopang penguatan IHSG sesi I. Selain itu, saham berkapitalisasi besar lainnya, seperti TLKM, turut mendukung pergerakan indeks.

Menurutnya, keberlanjutan penguatan IHSG perlu dicermati melalui perbaikan sentimen pasar, likuiditas, serta aliran dana asing. Dia menilai pasar masih membutuhkan reformasi yang konsisten, transparansi kepemilikan saham, dan pemulihan kepercayaan investor agar penguatan indeks bisa berlanjut.

“Jadi, saya melihat kenaikan ini sebagai sinyal awal yang positif, tetapi pasar masih membutuhkan konsistensi reformasi, transparansi kepemilikan saham, dan kepercayaan investor. Investor juga sebaiknya tidak langsung FOMO hanya karena IHSG mengalami rebound tajam,” jelas Elandry.

Sementara itu, riset BRI Danareksa Sekuritas yang dirilis pada penutupan sesi I Selasa (20/10), menyoroti sejumlah sentimen yang berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar saham.

Pertama, rencana buyback saham oleh sejumlah emiten Grup Barito dan Sinar Mas. Aksi pembelian kembali saham tersebut berpotensi menopang permintaan di tengah volatilitas pasar.

Kedua, reformasi BEI sebagai respons terhadap persoalan yang disoroti Morgan Stanley Capital International (MSCI). BEI berencana memperluas keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen serta mengecualikan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

⁠”Danantara siap menambah kepemilikan saham BUMN: Pernyataan tersebut mendukung optimisme terhadap saham bank BUMN, yang turut menjadi motor penguatan IHSG,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (20/10).

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar masih menunggu bukti implementasi reformasi secara konsisten di tengah konsultasi MSCI terkait reklasifikasi pasar modal RI.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Kidult Economy, Orang Dewasa Rela Habiskan Jutaan Buat Mainan
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BNPB Siapkan Teknologi Iceberg untuk Atasi Karhutla di Kalimantan Selatan, Targetkan Hujan Buatan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Masih Pantau Kerugian Ekonomi akibat Kebakaran Hutan 
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mendagri Pertegas Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Karhutla
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PKS Ingatkan Kader Hati-Hati Bicara di Medsos
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.