Rocky Gerung Pastikan Tetap Kritis Meski Jadi Wantimpres: Bongkar Istana Raja Tak Bisa Pakai Peralatan Raja

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung buka-bukaan soal keputusannya masuk ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ia menegaskan bukan berarti meninggalkan sikap kritis yang selama ini menjadi ciri khasnya. 

Rocky memastikan tetap membawa tradisi kebebasan intelektual untuk memberikan kritik terhadap arah kebijakan pemerintah.

Rocky menyadari bahwa banyak pihak yang kecewa Ketika dirinya merapat ke pemerintahan. 

Namun, ia menilai kritik tidak ditentukan oleh posisi seseorang, melainkan konsistensi dalam mempertahankan prinsip.

Wantimpres Rocky Gerung saat menjadi narasumber di Talkshow Spesial: Jejak Perubahan yang tayang di tvOne.
Sumber :
  • YouTube/tvOneNews

Hal itu diungkap Rocky dalam program Talkshow Spesial: Jajak Perubahan tvOne Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, pada Senin (19/10/2026).

“Kritis atau tidak kritis bukan soal sejauh apa. Kritik itu bukan ordinal, tetapi nominal. Artinya, bukan kritik 10 persen atau 20 persen karena ada kompromi di dalam kabinet. Kritik itu ya kritik atau tidak kritik,” katanya. 

Ia menjelaskan, dirinya tetap membawa cara berpikir yang tumbuh dari lingkungan kampus. 

Jika selama ini gagasannya disampaikan dari luar kekuasaan, kini ia ingin membawa perspektif yang sama untuk menguji kebijakan dari dalam.

“Saya tidak mewakili suara mahasiswa, tetapi saya ingin mahasiswa mengerti bahwa saya tidak akan mengkhianati mereka. Saya datang dari komunitas kampus,” ujarnya. 

Lagipula, kata Rocky, Presiden Prabowo Subianto mempersentasikan dirinya di Wantimpres sebagai representasi komunitas pemikir akademik. 

Bukan sebagai perwakilan organisasi politik, kelompok keagamaan, ataupun kalangan purnawirawan. 

"Filsuf akademisi itu konstan, tidak akan berubah,” tegasnya. 

Rocky menilai kritik terhadapnya sebagai peralatan yang dibawa dari luar untuk membongkar bangunan kekuasaan dari dalam.

Sebab, menurutnya, perangkat yang berasal dari sistem itu sendiri belum tentu memadai untuk mengoreksi fondasi yang bermasalah.

“Peralatan raja tidak mungkin dipakai untuk membongkar istana raja. Maka, harus menggunakan peralatan dari luar. Itulah kritik radikal,” tegasnya. 

Bagian mana yang mau dibongkar? Rocky menganalogikan ilmu kedokteran. Sel rusak semestinya menghentikan dirinya agar tidak merusak sel-sel sehat atau apoptosis. 

"Namun ada sel yang nggak mau bunuh diri karena tidak tahu diri. Dia lakukan metastasi, dia rusak sel yang bagus. Koruptor juga begitu sekarang," nilai Rocky. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi Blokir Situs dan Konten Judi Online | SAPA MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Keluh Kesah Anker Red Line Sebab KRL INKA Langganan Masalah
• 19 jam laludetik.com
thumb
Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS Meninggal Dunia, Pernah Jadi Atasan Prabowo dan Menjabat di Era Tiga Presiden
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Sekjen PBB ke RI, Guterres Puji Batik dan Bhinneka Tunggal Ika
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengakuan Jujur Rival Megawati Hangestri usai Jadi MVP Final KOVO Cup 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.