Banten: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang masyarakat, wisatawan, dan pendaki mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Larangan tersebut diberlakukan menyusul status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga dan tiga kali letusan yang tercatat pada Selasa.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan masyarakat perlu mematuhi batas aman yang telah ditetapkan. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, antara Lampung dan Banten, dilaporkan mengalami peningkatan sepanjang hari.
Berdasarkan laporan pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.27 WIB dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 53 detik. Letusan kedua tercatat pada pukul 06.40 WIB dengan amplitudo maksimum 49 milimeter.
Aktivitas tersebut berlanjut pada siang hari. Erupsi ketiga terjadi pukul 12.28 WIB dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan berlangsung selama 28 detik.
Tinggi kolom abu dari rangkaian erupsi itu tidak dapat diamati secara visual. Kondisi tersebut disebabkan sebaran abu yang menghalangi pengamatan serta perangkat kamera pengawas atau CCTV di lapangan yang sempat tidak aktif.
Baca Juga :
Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Siang Ini, Warga Dilarang Dekati Radius 5 Km
Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi meminta masyarakat dan pengunjung tidak melakukan kegiatan di dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Pembatasan juga diberlakukan pada area tertentu di sekitar kawasan gunung api.
"Warga dilarang keras memasuki wilayah dalam radius satu kilometer dari kemunculan pulau baru di sekitar kawasan tersebut," kata Lana seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.
Selain mematuhi batas wilayah terlarang, masyarakat diminta mewaspadai sejumlah potensi bahaya, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak material lava bersuhu tinggi dengan air laut atau air hujan.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pascaerupsi Senin, 19 Oktober 2926. (BMKG WIlayah II)
Meski erupsi terjadi berulang kali, Badan Geologi mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung tetap tenang. Warga juga diminta tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak terverifikasi mengenai potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api tersebut dapat menghubungi layanan informasi Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten.




