Bosan dengan film horor dengan hantu lokal seperti kuntilanak atau pocong di bioskop? Produser Kenny Png dan Celerina Judisari menghadirkan “Siti Si Vampir”, film vampir yang memadukan realita yang dekat dengan masyarakat.
"Ada sebuah celah yang jarang ditampilkan: vampir kalau bahasa kita Drakula. Horor lain kan biasanya kuntilanak, pocong, tapi ini bagaimana kalau ada vampir lokal?" kata Celerina Judisari dalam acara press conference pada Jumat (16/10) di Jakarta Selatan.
Baginya, kombinasi Siti dengan vampir bisa menjadi suatu hal yang bisa mencuri perhatian dan tawa para penonton.
Di sisi lain, Rahabi Mandra, sutradara film “Siti Si Vampir”, merasa bahwa film dengan tema horor mengarah ke drama komedi satir merupakan pilihan yang tepat.
"Begitu ditawari komedi langsung sikat. Apalagi judulnya “Siti Si Vampir”. Enggak perlu tahu ceritanya aja sudah kebayang lucunya: grassroot lawan elite, lalu menjadi vampir dan ada unsur panjat sosial," jelas sang sutradara.
Film ini mengisahkan perjalanan Siti, seorang gadis rusun yang bekerja sebagai tukang angkat galon hingga akhirnya takdir membawanya berubah menjadi vampir.
Meski dibalut dengan premis komedi yang absurd, Rahabi Mandra menegaskan bahwa inti dari cerita ini tetap berakar pada hubungan keluarga serta persahabatan yang kuat antara Siti dan Nakula.
"Itu yang membuat penonton relate: vampir pun punya masalah keluarga, bukan cuma yang tinggal di rusun," tambahnya.
Film “Siti Si Vampir” dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris ternama seperti Satine Zaneta, Ajil Ditto, Ciccio Manassero, Shania Gracia, Nugie, hingga Kimberly Rider.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Oktober 2026.
Reporter Hosana Solagracia Sifra





