Selain jumlah kunjungan, rata-rata pengeluaran wisman juga meningkat. Pada kuartal I 2026, pengeluaran wisman mencapai USD1.313 per kedatangan.
IDXChannel—Kementerian Pariwisata mencatat devisa pariwisata mencapai USD8,43 miliar atau sekitar Rp140,95 triliun pada semester I-2026, tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang tahun lalu, devisa pariwisata tercatat sebesar USD18,27 miliar atau sekitar Rp305,47 triliun, meningkat 9,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut sejalan dengan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisman sepanjang 2025, tumbuh 10,80 persen dibandingkan 2024.
Tren kenaikan berlanjut hingga Agustus 2026. Jumlah kunjungan wisman mencapai 10,58 juta, naik 5,38 persen dibandingkan periode tahun lalu.
Selain jumlah kunjungan, rata-rata pengeluaran wisman juga meningkat. Pada kuartal I 2026, pengeluaran wisman mencapai USD1.313 per kedatangan, naik 6,36 persen.
Pengeluaran tersebut mencakup akomodasi, makanan dan minuman, cendera mata, hiburan, hingga paket tur lokal.
Aktivitas belanja wisatawan turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha dalam negeri, terutama karena lebih dari 95 persen usaha pariwisata di Indonesia merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan, pembangunan pariwisata tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian masyarakat dan pemerataan di berbagai daerah.
“Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026,” ujar Widiyanti.
(Kidung Dhia)





