Sebagai brand pakaian dalam dan lingerie, Nipplets selalu berusaha untuk bisa memahami kebutuhan tubuh.
Untuk mewujudkan itu, Nipplets menggelar BodyLab, sebuah pengalaman offline pertama yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Space 9, Row 9, Blok M, Jakarta. Acara ini mengajak perempuan mengenali ukuran, bentuk, dan kebutuhan tubuh sebelum memilih pakaian dalam.
BodyLab dirancang sebagai pengalaman yang menggabungkan pengukuran tubuh, edukasi mengenai variasi bentuk tubuh, eksplorasi material, hingga rekomendasi produk. Pengunjung diajak melalui lima tahapan, yaitu Profile, Measure, Discover, Match, dan Try, dengan pendampingan melalui The Boobies Master Guided Fitting Experience.
Dalam prosesnya, pengunjung dapat mempelajari cara mengukur lingkar bawah payudara atau (underbust), lingkar payudara bagian atas (upper bust), pinggang, dan pinggul. Nipplets juga memperkenalkan Body Book untuk membantu pengunjung memahami variasi bentuk tubuh sebelum mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Setelah 10 tahun di industri pakaian dalam, saya masih menjumpai banyak perempuan yang tak tahu ukuran bra mereka sendiri atau bahkan mereka memakai ukuran bra yang kurang tepat,” ungkap Ida Swasti, Pendiri Nipplets dalam siaran pers yang diterima kumparanWOMAN.
Menurut Ida, perbedaan sistem ukuran bra yang digunakan di Inggris dan Amerika Serikat turut membuat proses memilih pakaian dalam terasa membingungkan, khususnya bagi perempuan Asia, termasuk Indonesia. Melalui BodyLab, ia ingin memberikan kesempatan bagi perempuan untuk merasakan proses pengukuran dan pemilihan pakaian dalam secara langsung.
Selain pengalaman fitting, BodyLab juga menjadi ruang bagi Nipplets untuk memperkenalkan inovasi produk terbarunya, Seamless TENCEL™ Panties. Produk ini memadukan serat TENCEL™ Modal dari Lenzing dengan elastane, konstruksi tanpa jahitan, serta bagian selangkangan berbahan katun 100 persen.
Celana dalam tersebut tersedia dalam tiga model, yaitu Low Waist, High Waist, dan Shortie. Menurut Nipplets, pengembangannya melibatkan serangkaian proses, mulai dari pembuatan sampel, pengembangan teknik penyatuan material, penyesuaian elastane, uji pemakaian, hingga penguatan jahitan pada bagian tertentu.
Ida menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam proses tersebut adalah menggabungkan serat selulosa dengan konstruksi seamless tanpa mengandalkan serat sintetis seperti nilon atau poliester. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Nipplets untuk mengembangkan pakaian dalam yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi dalam pemakaian sehari-hari.





