Menlu Pastikan Terus Pantau Kondisi WNI di Eropa Usai Banyak Demo Berujung Ricuh

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir atau Tata memastikan pihaknya terus memantau warga negara Indonesia (WNI) di Eropa. Pemantauan dilakukan buntut banyaknya demonstrasi yang berakhir ricuh di beberapa negara di Eropa.

"Tentu terus kita pantau situasi di Eropa, khususnya di Prancis dan beberapa negara lainnya," kata Tata kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10).

Aksi protes berujung kerusuhan terjadi di sejumlah negara Eropa. Masyarakat turun ke jalan lantaran dipicu biaya hidup yang makin tinggi.

Di Prancis demo berubah menjadi kerusuhan pada Sabtu (17/10), waktu setempat. Para penjarah memecahkan kaca etalase toko dan mengambil paksa kotak-kotak berisi barang dagangan.

Dilansir AFP, kerumunan pria bertopeng yang mengenakan hoodie hitam menarik paksa pintu besi toko hingga terbuka. Mereka kemudian menguras rak-rak yang berisi rokok, kacamata hitam, pakaian, perhiasan, dan makanan.

Demo berujung ricuh juga terjadi di Italia pada Sabtu waktu setempat. Demonstran menentang tingginya biaya hidup. Aksi saling serang antara massa dengan petugas pun tak terhindarkan.

Dilansir Reuters, media Italia menyatakan polisi sempat menembakkan gas air mata setelah massa aksi melempari petugas dengan batu di alun-alun depan Katedral Gotik Milan.

Di ibu kota Portugal, Lisbon, diperkirakan puluhan ribu demonstran berunjuk rasa memprotes krisis biaya hidup, rendahnya upah, serta sulitnya mendapatkan tempat tinggal di kota-kota besar.

Polisi Belgia menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Brussel dan Liege yang berpartisipasi dalam aksi protes terkait kenaikan biaya hidup pada Sabtu. Kondisi ini mirip dengan yang terjadi di Prancis.

Aksi protes yang dipimpin oleh mahasiswa di Ibu Kota Albania, Tirana, berujung ricuh. Ribuan orang berunjuk rasa berhari-hari untuk memprotes kondisi pendidikan yang buruk, kenaikan biaya kuliah, serta terbatasnya prospek kerja, di tengah meningkatnya kemarahan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Leo/Daniel Comeback di French Open 2026 Usai Cedera
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Subagyo HS di Mabesad
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
WALHI Klaim Data Karhutla Pemerintah Berbeda dari Fakta Lapangan | DIPO INVESTIGASI
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov DKI Jakarta Sepakat Dirikan Posko Bersama Anti Tawuran di Manggarai
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Rp18.023 per USD
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.