Bakul Budaya Nusantara Ungkap Kain Batik yang Dijual R.A Kardinah untuk Pengobatan

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Notty J. Mahdi (kiri), antropolog lulusan UI yang juga periset batik, sedang memberi penjelasan tentang motif sekar jagat yang sedang dibentangkan oleh moderator, Wanda Alifya Tejomoyo (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam sehelai kain batik, tersimpan kisah tentang perjalanan hidup dan jejak sejarah yang melampaui zamannya. Salah satunya adalah kain batik yang disebut pernah dijual R.A. Kardinah beberapa bulan sebelum wafat pada 1971, ketika ia membutuhkan biaya untuk pengobatan.

Dalam siaran pers yang diterima KompasTV, Selasa (20/10/2026), kisah tersebut dibagikan Notty J. Mahdi, seorang antropolog sekaligus periset batik, dalam bincang-bincang budaya bertajuk “Jejak R.A. Kardinah di Batik Tegal” yang diselenggarakan Bakul Budaya Nusantara (BBN) bersama Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Jumat (16/10), Depok, Jawa Barat.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2026.

Baca Juga: Peringati Hari Batik Nasional, Warga Jakarta Kompak Kenakan Batik | KOMPAS SIANG

Dalam kesempatan itu, Notty mengenakan kain batik yang menurut penuturan ibunya dibeli langsung dari Kardinah beberapa bulan sebelum tokoh tersebut meninggal dunia.

“Ini kain tahun 70-an kata Ibu saya, beberapa bulan sebelum Kardinah meninggal. Karena dia perlu uang untuk pengobatan, dia jual ke ibu saya,” ujar Notty di hadapan peserta.

Kain tersebut memiliki motif kupu-kupu khas Lasem yang menjadi pintu masuk untuk membahas pengaruh batik Lasem dalam perkembangan batik Tegal. Lebih dari sekadar benda yang dikenakan, kain itu menyimpan cerita personal tentang Kardinah sekaligus menjadi penghubung untuk mengenal kegemarannya dalam dunia batik.

Baca Juga: 10 Link Twibbon dan Ucapan Hari Batik Nasional 2026, Diperingati 2 Oktober

Siapa R. A Kardinah?

Lahir di Jepara pada 1 Maret 1881, Kardinah merupakan adik R.A. Kartini yang dikenal melalui kiprahnya dalam pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Ia turut mendirikan Sekolah Kepandaian Putri Wisma Pranawa di Tegal serta berkontribusi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui Kardinah Ziekenhuis.

Kepeduliannya terhadap masyarakat berjalan beriringan dengan perhatiannya pada keterampilan perempuan, termasuk membatik.

Dalam perkembangan batik Tegal, pengaruh Lasem terlihat pada penggunaan warna merah darah dan sogan, serta ragam motif seperti bunga dan Burung Hong dengan isen-isen watu pecah dan tumbar bolong.

Baca Juga: Batik Tulis Merawit Cirebon Resmi Jadi Ikon Hari Batik Nasional 2025, Ini Filosofinya

Dalam bincang-bincang tersebut, Notty juga memperlihatkan sejumlah kain batik Tegal dan menjelaskan filosofi yang terkandung dalam motifnya. Salah satunya, watu pecah, yang dikaitkan dengan penderitaan rakyat akibat kerja paksa pembangunan Jalan Raya Anyer–Panarukan pada masa kolonial.

Kisah kain yang pernah dijual Kardinah memperlihatkan bahwa sejarah batik tidak hanya dapat ditelusuri melalui motif dan teknik pembuatannya. Cerita tentang pemilik, pembuat, dan perjalanan sebuah kain juga menjadi bagian dari ingatan budaya yang patut dirawat.

Baca Juga: Sejarah Hari Batik Nasional Tiap 2 Oktober dan Acara Peringatannya pada 2025

Melalui kegiatan ini, BBN bersama FIB UI mengajak masyarakat mengenal batik Tegal lebih dekat, sekaligus menelusuri kontribusi tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangannya.

Dengan memahami cerita di balik kain, warisan batik diharapkan tidak hanya dikenakan, tetapi juga dipahami dan diteruskan kepada generasi berikutnya. 

 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Gading-Persada

Sumber :

Tag
  • nusantara
  • batik
  • Kardinah
  • Lasem
  • Kartini
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngamuk ke Wasit Usai Kena Comeback Argentina di Piala Dunia 2026, FIFA Resmi Beri Sanksi pada Mesir
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Bantah Tuduhan Pencabulan, Ruben Onsu Resmi Ajukan Pengaduan Dugaan Laporan Palsu
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Menkomdigi minta PSE prioritaskan akuntabilitas tentang algoritma
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Jepang Luncurkan Roket ke Mars, Bakal Ambil Sampel dari Phobos
• 8 jam laludetik.com
thumb
Dari Kucing hingga Ular, 58 Hewan Ikuti Prosesi Pemberkatan di USD
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.