Kadar Amonia Kali Tebu Surabaya Tembus 57 Kali Lipat Baku Mutu

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Kadar amonia di Kali Tebu, Surabaya, mencapai 28,7 miligram per liter atau sekitar 57 kali lipat dari baku mutu air sungai kelas 3 sebesar 0,5 mg/L yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Temuan Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) bersama SMPN 58 Surabaya tersebut, menunjukkan perlunya penanganan pencemaran, terutama dari limbah domestik yang diduga masuk ke aliran sungai.

“Dalam pengujian lapangan, kami mengajak siswa untuk mengukur kualitas air. Kemudian hasilnya menunjukkan salah satu parameternya, yaitu amonia, melebihi nilai ambang batas, mencapai 28,7 mg/L,” Alaika Rahmatullah peneliti Ecoton pada Selasa (20/10/2026).

Pengukuran tersebut dilakukan untuk memeriksa sejumlah parameter kualitas air, termasuk amonia, tingkat keasaman atau pH, suhu, total padatan terlarut (TDS), dan daya hantar listrik (EC).

Alaika menjelaskan, amonia dapat berasal dari limbah domestik, seperti urine, tinja, dan buangan rumah tangga. Pihaknya menduga, tingginya kadar amonia di Kali Tebu berkaitan dengan masuknya limbah rumah tangga ke sungai yang belum melalui pengolahan memadai.

“Kalau berlebihan, kadar amonia ini bisa meracuni ikan, merusak insang, dan mengganggu kehidupan organisme air yang hidup di sungai, bahkan bisa menyebabkan kematian,” ucapnya.

Selain mengancam organisme air, pencemaran sungai juga bisa berdampak lebih luas jika polutan masuk ke rantai makanan, karena ikan dapat menjadi perantara perpindahan polutan ke organisme lain melalui proses biomagnifikasi.

“Bisa masuk ke rantai makanan, karena ikan itu juga bisa menyalurkan polutan melalui proses biomagnifikasi,” ucapnya.

Untuk mendorong penanganan yang berkelanjutan, pihaknya mengajak warga dan murid melakukan pemantauan kualitas air secara rutin.

Pihaknya berharap, pelibatan masyarakat itu bisa menghasilkan data berkala sekaligus membantu warga melaporkan perubahan kondisi sungai atau indikasi pencemaran kepada pihak berwenang.

“Melalui pemantauan rutin, warga dan para siswa bisa melakukan pelaporan ketika sewaktu-waktu terjadi kondisi yang tidak stabil atau pencemaran di Kali Tebu. Harapannya, ada respons dari pemerintah atau pihak yang punya kewenangan terhadap sungai,” jelasnya.

Selain pemantauan rutin, pihaknya juga mendorong pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal yang merata di kawasan sekitar Kali Tebu untuk memaksimalkan pengolahan limbah rumah tangga sebelum dibuang ke sungai, sehingga air buangan memenuhi standar baku mutu yang berlaku.

“IPAL komunal sangat penting untuk menetralkan limbah domestik atau limbah rumah tangga sebelum dibuang ke sungai. Limbah harus diolah terlebih dahulu dan memenuhi standar baku mutu sebelum dialirkan kembali ke sungai,” tuturnya.

Sementara itu, Amir pengawas dari Ecoton mengapresiasi semangat dunia pendidikan yang peduli terhadap kesehatan lingkungan dan ikut melakukan pemantauan kualitas air di Kali Tebu Surabaya tersebut.

“Kalau ada data uji kualitas air yang valid dan rutin, ini bagus sekali. Apalagi untuk penilaian sekolah adiwiyata, pemantauan ini bisa menjadi nilai tambah yang signifikan. Selain itu, ini adalah bentuk kontribusi nyata sekolah dalam menjaga ekosistem sungai,” ucapnya.

Ika Karyanti Guru SMPN 58 Surabaya menyatakan bahwa sekolah tidak akan berhenti pada pemantauan kualitas air sungai saja, tetapi ke depan akan melangkah lebih jauh dalam inovasi lingkungan.

“Karena untuk tahap selanjutnya sebagai sekolah adiwiyata, kami ingin sekolah kami berbeda dengan sekolah lainnya dengan menampilkan uji mikroplastik sebagai ciri khas sekolah kami. Jadi nanti hasil dan kegiatan pemantauan kami akan ditampilkan di layar informasi sekolah,” ucapnya.

Seperti diketahui, kolaborasi yayasan ekologi dan sekolah tersebut saat ini juga dilakukan dengan membentuk stasiun pemantauan kualitas air di depan sekolah. (ris/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rosan: Hilirisasi Tak Lagi Sekadar Bangun Smelter
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Longsor di Tabanan: 2 Rumah Rusak, 1 Warga Luka
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov Kaltim Percepat Hilirisasi Industri, Targetkan 50 Persen APBD Bersumber dari PAD dalam Tiga Tahun
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Mensesneg Ungkap Efektivitas Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Atasi Karhutla
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Dua Tahun Prabowo, Ikhtiar Pigai Membumikan HAM dan Mengerem Sumber Ketidakadilan
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.