Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Memberikan Manfaat untuk Warga

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) di wilayahnya, Selasa (20/10).

Gubernur Luthfi meninjau dua titik, yakni KDMP Bergas Kidul Kabupaten Semarang dan KDMP Banyudono Kabupaten Boyolali.

BACA JUGA: Momen Ahmad Luthfi Bagikan Gorengan di Depan Menko AHY Sambil Bahas Giant Sea Wall

Luthfi dalam peninjauan itu menekankan supaya koperasi tersebut dipromosikan kepada masyarakat, sehingga keberadaannya memberikan manfaat untuk warga desa.

Mantan Kapolda Jawa Tengah itu juga berharap koperasi tersebut sebagai penguat swasembada pangan serta off taker (pembeli) produk lokal dan UMKM setempat.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Mendukung Program KDMP Lewat Penyaluran LPG 3 Kg

"KDMP adalah aset desa, harus dirawat.
Masyarakat harus diworo-woro atau beritahu kalau (KDMP) sudah beroperasional," katanya.

"Masyarakat harus tahu bahwa ini juga untuk kepentingan desa. Informasikan kalau di KDMP itu menjual bahan pokok penting dengan harga murah," kata Ahmad seusai peninjauan di dua lokasi itu.
KDMP yang sudah operasional tersebut dapat menjadi acuan atau tempat belajar bagi yang belum beroperasi. Baik dari tata kelola, sistem kerja, hingga menjalin kerja sama dengan UMKM lokal melalui konsinyasi.

BACA JUGA: Bayar Utang KDMP Perlu Verifikasi, Sebegini Rincian Koperasi yang Sudah Dibangun

"Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional. Jangan sampai yang belum beroperasi manajernya menganggur," katanya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga menekankan peran penting koperasi sebagai penguat swasembada pangan. Apalagi di desa-desa memiliki kearifan lokal dan potensi berbeda-beda.

"Potensi desa harus digalang, KDMP merupakan off taker daripada produk-produk desa, termasuk di dalamnya adalah hasil pangan dan UMKM," katanya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, per 19 Oktober 2026, KDKMP yang sudah terbentuk di Jateng sebanyak 8.523 unit.

Dari jumlah itu, 5.427 koperasi atau 63 persen telah beroperasi, sedangkan 3.096 atau 37 persen masih tahap persiapan. Untuk jumlah gedung KDKMP yang telah terbangun 5.895.

Dari sisi kepemilikan gerai, pola pengembangan usaha KDKMP di Jawa Tengah cukup beragam.

Peinciannya adalah 4.432 KDKMP memiliki 1 gerai, 749 KDKMP memiliki 2 gerai, 175 KDKMP memiliki 3 gerai, 28 KDKMP memiliki 4 gerai, 39 KDKMP memiliki 5 gerai, 3 KDKMP memiliki 6 gerai, dan 1 KDKMP memiliki 7 gerai.

Luthfi mengakui bahwa masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KDMP sehingga belum dapat beroperasi.

Salah satunya kendala itu ialah infrastruktur serta sarana prasarana yang belum lengkap.

Misalnya ada KDMP yang listriknya kurang, kendaraan belum ada, barang-barang yang akan dijual belum datang, dan sebagainya.

"Ya memang harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kami lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa," jelasnya.

Seorang warga Desa Banyudono Sri Mulyani mengaku memilih belanja di KDMP karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dan terjangkau.

Misalnya harga minyak goreng di pasaran sekitar Rp22 ribu tetapi di KDMP hanya Rp16 ribu. Selain itu, KDMP juga lebih dekat dari rumahnya.

“Harapannya dengan adanya KDMP ini apa saja murah sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi," ujarnya. (*/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motor untuk Ojek Online yang Paling Layak Dipilih
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Sakit atau Sedang PKL Saat TKA 2026? Ini Syarat Mengajukan Ujian Susulan
• 44 menit lalumedcom.id
thumb
Carlos Pena Akui Persaingan di Lini Depan Persita Sangat Ketat: Semua Harus Siap Diturunkan
• 2 jam lalubola.com
thumb
Mari Elka Sebut DEN Ingatkan Pemerintah Lanjutkan Reformasi Pasar Modal
• 34 menit lalukatadata.co.id
thumb
Kasus Korupsi BNPB, KPK Sita Perhiasan hingga Tiga Unit Mobil Usai Penggeledahan
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.