Moms, melihat si kecil mulai mandiri menggunakan toilet tentu menjadi hal yang menyenangkan. Tak sedikit orang tua yang ingin mengenalkan toilet training sejak dini agar anak bisa segera lepas dari popok.
Namun, waktu memulai toilet training juga perlu diperhatikan. Penelitian dari Wake Forest Baptist Medical Center menemukan bahwa anak yang mulai menjalani toilet training sebelum usia 2 tahun memiliki risiko sekitar 3,37 kali lebih tinggi mengalami masalah mengompol di siang hari dibandingkan kelompok anak yang memulainya pada usia 2–3 tahun. Temuan ini berasal dari penelitian terhadap 112 anak, sehingga hasilnya tidak bisa langsung digeneralisasi kepada semua anak.
Anak yang Mulai Toilet Training Sebelum Usia 2 Tahun Lebih Berisiko MengompolPenelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Research and Reports in Urology pada 2014 tersebut melibatkan 112 anak berusia 3–10 tahun. Peneliti membandingkan riwayat toilet training anak dengan keluhan gangguan berkemih, termasuk mengompol di siang hari.
Hasilnya, sekitar 60 persen anak yang memulai toilet training sebelum usia 2 tahun dalam sampel penelitian mengalami masalah mengompol di siang hari. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kelompok anak yang memulai toilet training pada usia 2–3 tahun, yakni sekitar 31 persen.
Peneliti juga menemukan bahwa anak yang memulai toilet training terlalu dini memiliki kemungkinan sekitar 3,37 kali lebih tinggi mengalami masalah tersebut dibandingkan kelompok usia 2–3 tahun.
Meski begitu, temuan ini tidak berarti semua anak yang memulai toilet training sebelum usia 2 tahun akan mengalami masalah berkemih. Penelitian ini juga memiliki jumlah peserta yang relatif kecil, sehingga hasilnya perlu dipahami sesuai konteks penelitian.
Mengapa Anak Bisa Mengalami Masalah Mengompol?Salah satu hal yang disoroti peneliti adalah kebiasaan menahan buang air kecil atau buang air besar. Anak yang masih asyik bermain atau belum nyaman menggunakan toilet mungkin memilih menahan keinginannya untuk buang air.
Kebiasaan menahan buang air besar dapat menyebabkan tinja menumpuk di rektum. Kondisi ini bisa menekan kandung kemih dan memengaruhi kemampuannya menampung urine. Akibatnya, anak dapat lebih rentan mengalami masalah berkemih, termasuk mengompol pada siang hari.
Peneliti juga menemukan adanya hubungan antara toilet training sebelum usia 2 tahun dan keluhan sembelit. Namun, hubungan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa toilet training dini menjadi penyebab langsung masalah berkemih atau sembelit pada setiap anak.
Karena itu, sebaiknya tidak terburu-buru mengajarkan toilet training hanya karena ingin si kecil segera lepas dari popok. Perhatikan kesiapan anak, kenyamanannya saat menggunakan toilet, serta kebiasaan buang air kecil dan besarnya.





