Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terkait suhu panas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai penyakit. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan informasi dari BMKG, bahwa suhu udara maksimum di Jawa Barat mencapai 38 derajat Celsius,
Baca Juga :
BMKG: Curah Hujan DIY Masih Rendah Hingga November 2026"Kondisi cuaca panas dan relatif kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026 termasuk di Kabupaten Cianjur," kata dia, di Cianjur, Selasa, 20 Oktober 2026, melansir Antara.
Ilustrasi (freepik)
Masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker saat aktifitas di luar rumah, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh ke pusat layanan kesehatan terdekat, tidak membakar sampah, dan membuang puntung rokok sembarangan.
"Suhu panas dapat memicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan, sehingga kami juga menyiagakan seluruh relawan di setiap desa dan kecamatan untuk melakukan pengawasan, pemantauan dan pelaporan serta melakukan penanganan bersama," jelas dia.
Pihaknya mencatat 5.711 jiwa terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda 20 kecamatan di Cianjur, sehingga berbagai upaya dilakukan, termasuk mendistribusikan air dengan tangki. Kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber mata air mengering, termasuk air sungai yang biasa digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi debitnya terus berkurang bahkan kering.




